Masker Scuba Dan Buff Tak Efektif Cegah Corona, Berikut Jenis Yang Aman
AFP/Getty Images/Niklas Halle'n
Health
COVID-19 di Indonesia

Masker scuba dan buff disebut tidak efektif dalam mencegah penularan virus corona hingga dilarang dipakai di KRL. Berikut merupakan tiga jenis masker yang masih aman digunakan.

WowKeren - Pemakaian masker scuba dan buff dalam mencegah penularan virus corona tengah menjadi perbincangan. Efektivitas kedua jenis masker tersebut dipertanyakan setelah PT Kereta Commuter Indonesia telah melarang penumpang KRL untuk memakai masker scuba ataupun buff.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 sendiri telah mengatakan jika masker scuba dan buff tidak efektif dalam mencegah penularan virus corona. Alasannya, bahan kedua masker tersebut dinilai terlalu tipis sehingga tidak efektif untuk menyaring virus.

Berdasarkan penelitian dari Duke University, masker jenis buff yang biasa digunakan oleh pengendara sepeda motor memiliki kualitas yang lebih buruk dari masker biasa saat menyaring debu, bakteri, hingga virus. Begitu pula masker scuba yang hanya memberikan sedikit perlindungan.

Dilansir dari Science Alert, tetesan virus pada orang yang memakai masker buff atau scuba cenderung meningkat. Bahan kedua masker tersebut berpotensi memecah sejumlah droplet menjadi partikel yang lebih kecil. Hal ini sangat membahayakan lantaran tetesan virus yang lebih kecil mudah terbawa udara dan membahayakan banyak orang lainnya.

Dilansir dari Alodokter, ada sejumlah masker yang dinilai bisa menjadi alternatif pengganti masker scuba maupun buff. Jenis masker ini dinilai aman untuk dipakai sebagai pencegahan penularan COVID-19. Berikut daftarnya:

1. Masker N95

Masker N95

Berbagai Sumber

Masker N95 sendiri dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) efektif untuk mencegah penularan virus corona. Masker ini berjens reseptor dan menawarkan perlindungan yang lebih baik dari jenis lainnya lantaran dapat menyaring partikel besar dan kecil.

Masker bedah ini tidak hanya mampu menghalau percikan air liur saja, tapi juga partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus. Bahkan, N95 mampu memblokir 95 persen partikel. Namun, masker N95 sama sekali tidak disarankan untuk penggunaan sehari-hari.

Selain karena harganya yang sangat tinggi di pasaran, masker N95 juga memiliki desain yang membuat pemakainya bisa sulit bernapas, gerah, dan tidak betah memakainya dalam jangka waktu lama. Masker ini selama pandemi juga masih diutamakan bagi petugas medis yang memang kontak secara langsung dengan penderita COVID-19. Diantaranya adalah dokter dan perawat yang bekerja di ruang isolasi khusus pasien corona atau di IGD.

2. Masker Bedah

Masker Bedah

Berbagai Sumber


Masker bedah atau surgical mask merupakan masker jenis sekali pakai yang mudah dicari di setiap apotek, toko alat kesehatan hingga tempat perbelanjaan. Biasanya, masker medis selalu digunakan oleh petugas kesehatan saat bekerja di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

WHO sendiri telah merekomendasikan masker medis sebagai perlindungan dalam mencegah penularan COVID-19.Masker bedah efektif untuk mencegah penyebaran virus corona karena memiliki lapisan yang mampu menghalau percikan air liur.

Terlebih, masker bedah terdiri dari 3 lapisan yang memiliki fungsi berbeda dalam menghalau virus. Berikut 3 lapisan masker bedah:

- Lapisan luar, yang antiair

-Lapisan tengah, yang berfungsi sebagai filter kuman

-Lapisan dalam, yang berguna untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut

3. Masker Kain

Masker Kain

Berbagai Sumber

WHO sendiri dalam rekomendasinya menyatakan jika masker kain efektif dalam mencegah penularan virus corona. Bahkan, penggunaan masker kain sangat dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI lantaran ketersediaan masker bedah di tengah pandemi memang lebih diprioritaskan bagi tenaga medis atau yang berkaitan langsung dengan pasien COVID-19.

Adapun masker kain yang efektif merupakan yang dibuat dari lembaran bahan dan kapas yang kemudian ditenun rapat. Selain itu, masker kain yang memiliki 2-3 lapis juga menjadi rekomendasi, bukan satu lapis seperti masker scuba atau buff.

Masker kain jika digunakan dengan benar dapat menghalau sebagian percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin. Masker kain juga dapat mengurangi penularan virus corona, khususnya dari seseorang yang sudah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala (OTG).

Namun, penggunaan masker kain ini tidak boleh digunakan hingga berkali-kali tanpa mencucinya. Disarankan untuk selalu mencuci masker kain begitu sudah digunakan keluar atau setiap sekali memakainya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts