Menkes Irlandia Tunjukkan Gejala COVID-19, Seluruh Anggota Kabinet Diwajibkan Isolasi
Pixabay/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Langkah ini diambil atas dasar pencegahan sebab Menkes Irlandia menggelar rapat bersama seluruh anggota kabinet pada Senin (15/9) malam dan menghadiri konferensi pers pada Selasa (16/9).

WowKeren - Semua anggota kabinet Irlandia diperintahkan melakukan isolasi mandiri usai Menteri Kesehatan, Stephen Donnelly, menunjukkan gejala positif COVID-19.

Perdana Menteri Irlandia, Michael Martin, mengatakan bahwa Donnelly saat ini sedang dites dan komunikasi telah ditujukan kepada semua menteri untuk membatasi pergerakan sambil menunggu hasil tes sang Menkes. Langkah ini diambil atas dasar pencegahan sebab Donnelly sebelumnya menggelar rapat tentang virus corona bersama seluruh anggota kabinet pada Senin (15/9) malam. Kemudian pada Selasa (16/9), Donnelly menghadiri konferensi pers bersama Martin dan pejabat lainnya.

Perintah isolasi mandiri ini terpaksa menunda berbagai agenda, termasuk rapat parlemen. Meski demikian, Perdana Menteri Michael Martin mengatakan parlemen dapat berkumpul kembali diwakili pejabat kementerian.

Sebagai informasi tambahan, Irlandia telah memberlakukan sejumlah protokol ketat untuk mengurangi angka penularan COVID-19. Penduduk ibu kota Dublin bahkan diminta membatasi pertemuan tidak lebih dari enam orang dan menghindari perjalanan ke luar wilayah.


Fasilitas seperti restoran mulai diizinkan dibuka pekan depan di wilayah selain Dublin setelah enam bulan ditutup. Sementara Dublin tetap menjalani pembatasan.

Sejauh ini terdapat 31,549 kasus dan 1.787 kematian karena COVID-19 di Irlandia. Jumlah kematian harian di negara tersebut memuncak pada April, namun saat ini Irlandia terus melawan lonjakan kasus baru yang mendorong diberlakukannya pembatasan baru di ibu kota.

Sementara itu, negara tetangga Inggris mencatatkan sebanyak 374,228 kasus COVID-19 dengan lebih dari 41 ribu kematian. Jumlah ini membuat negara monarki tersebut berada di urutan ke-14 sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia.

Sedangkan secara global, tercatat ada lebih dari 29,7 juta orang yang terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia. Berdasarkan data statistik dari Worldometers.info, ada sekitar 939,186 kematian yang dilaporkan, dengan jumlah pasien sembuh lebih dari 21,5 juta jiwa. Saat ini, masih ada sekitar 7,245,726 kasus aktif yang masih ditangani di seluruh dunia.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts