Ahok Beri Pesan Bijak Agar Tak Paranoid Di Tengah Pandemi Corona
AFP
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok memberikan pesan bijaknya kepada masyarakat Indonesia agar jangan paranoid dengan pandemi virus corona. Ini alasannya.

WowKeren - Komisiaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok ikut angkat berbicara mengenai penyebaran virus corona di Tanah Air. Ia meminta masyarakat Indonesia untk tidak boleh lagi meremehkan keberadaan COVID-19.

Apalagi, saat ini kasus virus corona di Indonesia telah menginfeksi 225.030 orangg hingga Selasa (16/9). Angka tersebut dinilai Ahok menjadi pengingat jika virus corona masih mengancam kehidupan masyarakat meskipun tidak terlihat secara kasat mata.

Walau meminta masyarakat selama waspada, namun Ahok mengingatkan agar jangan terlalu paranoid. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan jika rasa paranoid atau terlalu ketakutan justru dapat menimbulkan dampak negatif pada tubuh. Salah satunya adalah menurunkan daya tahan tubuh.

”Buat masyarakat, jangan menganggap ini enteng atau remeh. Tapi, jangan juga ketakutan,” pesan Ahok dalam akun YouTube “Panggil Saya BTP”, Selasa (15/9). “Jangan jadi paranoid sampai akhirnya daya tahan tubuh turun karena stres. Tetap berolahraga, karena saya kira nggak ada alasan tidak berolahraga.”


Ahok juga meminta masyarakat agar jangan terlalu berharap pandemi agar cepat berlalu, mengingat penyebarannya yang masih tinggi. Ia bahkan meyakini jika COVD-19 masih akan tetap ada di tengah-tengah kehidupan meskinya nanti sudah kembali normal lagi.

Oleh sebab itu, Ahok turut mengajak masyarakat untuk mengambil sisi positifnya. Sebagai seseorang yang mempercayai Tuhan, ia mengamini jika selalu ada maksud baik dari semua cobaan ini untuk kedepannya.

”Pertama, jangan berharap ini (pandemi) akan cepat berlalu. Ini panjang dan kita harus membiasakan hidup dengan virus ini,” kata Ahok. “Makanya saya katakan setelah normal pun, tetap virusnya akan ada di tengah-tengah kita.”

”Maka dari itu, selain kita menunggu vaksin, vaksin pun kita belum tahu apakah bisa cepat satu-dua tahun ini,” sambungnya. “Tapi, di antara itu gunakanlah perspektif yang benar yaitu Tuhan. Sebagai orang yang percaya dengan adanya Tuhan, pastilah Dia punya maksud yang baik.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts