Pakar Virologi Tiongkok Rilis Bukti Soal Klaim COVID-19 Buatan Lab Wuhan
Dunia
Pandemi Virus Corona

Li-Meng Yan, pakar virologi asal Tiongkok yang kabur ke Amerika Serikat, menerbitkan bukti klaim 'COVID-19 buatan lab Wuhan' dalam sebuah makalah ilmiah digital di situs web Zenodo.

WowKeren - Pakar virologi asal Tiongkok yang kabur ke Amerika Serikat (AS), Li-Meng Yan, kembali mengklaim bahwa virus corona (COVID-19) kemungkinan berasal dari laboratorium di Wuhan. Kali ini, Li-Meng Yan juga menyertakan sebuah bukti yang mendukung klaimnya tersebut.

Bukti tersebut telah diterbitkan dalam sebuah makalah ilmiah digital di situs web Zenodo dengan judul 'Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route'. Adapun makalah ilmiah tersebut dirilis pada Senin (14/9) lalu.

Dalam makalah tersebut, Li-Meng Yan menuliskan bahwa COVID-19 dibuat dengan mudah di laboratorium Wuhan dalam waktu hanya enam bulan. Selain itu, SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 juga disebutnya menunjukkan karakteristik biologis yang berbeda dengan virus zoonosis (virus yang ditularkan dari hewan ke manusia) pada umumnya.

"Teori mengenai asal-usul virus, meskipun diterima secara luas, tidak memiliki dukungan substansial," tulis Yan dilansir News.com.au. "Namun teori alternatif bahwa virus mungkin berasal dari laboratorium penelitian disensor secara ketat pada jurnal ilmiah yang ditinjau oleh rekan sejawat. Meskipun demikian, SARS- CoV-2 menunjukkan karakteristik biologis yang tidak sesuai dengan virus zoonosis yang terjadi secara alami."


Sebagai catatan, makalah Li-Meng Yan ini masih berupa pra-cetak. Artinya, tulisan yang dibuat Li-Meng Yan bersama tiga rekan penelitinya tersebut masih belum ditinjau oleh rekan ilmuwan lain (peer review). Langkah tersebut dibutuhkan dalam sebuh jurnal ilmiah.

Sementara itu, klaim Li-Meng Yan tersebut diragukan oleh ilmuwan lain. Enam ahli biologi dan penyakit menular menilai bahwa makalah ilmiah yang diterbitkan Li- Meng Yan itu tidak memberikan informasi baru.

Li-Meng Yan disebut membuat klaim tak berdasar dan jurnal ilmiah yang lemah. "Laporan pra-cetak ini tidak punya kredibilitas apa pun saat ini," tutur pakar patogenesis mikroba di University of Bath Inggris, Andrew Preston, dilansir Newsweek.

Sebelumnya, Li-Meng Yan bekerja di divisi ilmu pengetahuan laboratorium kesehatan masyarakat Universitas Hong Kong. Setelah diminta untuk menyelidiki wabah di Wuhan, Li-Meng Yan mengklaim bahwa temuan ilmiahnya ditekan.

Li Meng Yan mengaku mengaku bahwa timnya saat itu hanya boleh melaporkan kasus yang terkait dengan pasar makanan laut Huanan. Karena takut akan keselamatannya, dia melarikan diri dari Tiongkok dengan penerbangan menuju Los Angeles pada akhir April.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts