Meski Menyehatkan, 7 Masalah Kesehatan Ini Bisa Kalian Dapat Jika Terlalu Banyak Konsumsi Vitamin C
Pixabay
Health

Perlu diketahui bahwa tak ada manfaat lebih yang akan didapatkan tubuh dengan mengonsumsi vitamin C melebihi jumlah tersebut. Hal ini justru dapat menimbulkan berbagai efek samping.

WowKeren -

Vitamin C menjadi salah satu asupan gizi yang paling dicari saat pandemi ini. Bukan tanpa alasan, vitamin C disebut-sebut bisa meningkatkan sistem imun. Meski banyak sekali manfaat vitamin C bagi kesehatan tubuh, namun terlalu banyak mengonsumsi vitamin C (overdosis vitamin C) juga dapat mendatangkan penyakit.

Tiap orang perlu mengonsumsi vitamin C secara teratur karena tubuh tidak dapat memproduksi maupun menyimpan vitamin ini. Vitamin C membantu melindungi sel-sel tubuh, membantu penyembuhan luka, dan membantu pembentukan jaringan ikat.

Dosis vitamin C yang direkomendasikan untuk dikonsumsi orang dewasa adalah 65-90 miligram per hari. Perlu diketahui bahwa tak ada manfaat lebih yang akan didapatkan tubuh dengan mengonsumsi vitamin C melebihi jumlah tersebut. Hal ini justru dapat menimbulkan berbagai efek samping. Apa saja? Berikut tim WowKeren rangkum 7 masalah kesehatannya. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Gangguan Pencernaan


Gangguan Pencernaan
Pixabay

Efek samping kelebihan vitamin C yang umum terjadi adalah gangguan pencernaan, seperti kondisi diare dan mual. Kalian berisiko mengalami gangguan ini, jika mengonsumsi vitamin C di luar batas aturan pakai .Overdosis vitamin C juga diyakini dapat menyebabkan penyakit asam lambung.

Gejala gangguan pencernaan yang umum akibat asupan vitamin C berlebihan adalah diare dan mual. Asupan berlebihan juga dapat menyebabkan refluks asam. Jika kalian mengalami masalah pencernaan akibat mengonsumsi terlalu banyak vitamin C, cukup kurangi dosis suplemen atau hindari suplemen vitamin C sekaligus.

2. Terjadi Ketidakseimbangan Nutrisi


Terjadi Ketidakseimbangan Nutrisi
Pxhere

Gangguan kesehatan lain yang diakibatkan oleh asupan vitamin C yang berlebihan adalah rusaknya kemampuan tubuh untuk memproses nutrisi lain. Sebagai contoh, vitamin C dapat mengurangi kadar vitamin B-12 dan tembaga dalam tubuh.

Selain itu, vitamin C juga diketahui dapat menjadi penghambat dari proses penyembuhan penyakit kanker jika berlebihan. Studi dalam National Cancer Institute menemukan bahwa, dari 14 pasien dengan kanker pankreas stadium lanjut, vitamin c IV diberikan bersamaan dengan kemoterapi dan terapi yang ditargetkan (erlotinib). Lima pasien tidak menyelesaikan perawatan karena tumor terus tumbuh selama perawatan.

3. Sebabkan Sebabkan Osteofit


Sebabkan Sebabkan Osteofit

Bahaya kelebihan vitamin C yang selanutnya adalah menimbulkan Osteofit atau yang sering disebut taji tulang. Menurut Arthritis Foundation, satu studi menemukan bahwa adanya kadar vitamin C yang sangat tinggi dalam tubuh meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami taji tulang yang menyakitkan.

Namun, Arthritis Foundation juga mengutip studi penelitian yang menemukan bahwa orang dengan kadar vitamin C rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena rheumatoid arthritis, kondisi sendi inflamasi yang menyakitkan. Temuan ini menekankan perlunya suplementasi vitamin C yang tepat yang tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

4. Gangguan Kulit


Gangguan Kulit
Pikist.com

Pemberian vitamin C secara langsung pada kulit akan memicu timbulnya alergi, ruam dan iritasi pada kulit jika tidak tepat dosis. Untuk meminimalkan risiko kelebihan vitamin C, direkomendasikan untuk mendapatkan asupan vitamin C dari beragam sayur dan buah dibandingkan dari suplemen vitamin C.

5. Berpotensi Sebabkan Tingginya Zat Besi Di Tubuh


Berpotensi Sebabkan Tingginya Zat Besi Di Tubuh
Pxhere

Konsumsi vitamin C berlebihan juga akan meningkatkan zat besi ke dalam tubuh. Hal ini karena vitamin C juga berfungsi untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi non-heme. Jenis zat besi ini berasal dari tumbuhan.

Hal itu akan mengakibatkan terjadinya kondisi hemokromatosis atau penumpukan zat besi yang bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh. Kelebihan mineral ini dapat memicu masalah pada jantung, pankreas, kelenjar tiroid, hati dan sistem saraf pusat.

6. Tingkatkan Potensi Kolestrol


Tingkatkan Potensi Kolestrol
Pixabay

Konsumsi suplemen vitamin C dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam meningkatkan kolesterol HDL (high density lipoprotein) pada orang yang menggunakan obat kombinasi niacin-simvastatin. Obat ini menggabungkan vitamin niacin dengan statin simvastatin, yang biasanya digunakan oleh orang-orang untuk mengobati kolesterol tinggi.

Padahal menurut medis, kolesterol HDL dianggap sebagai kolesterol "baik" karena mengurangi jumlah kolesterol berbahaya dalam darah. Untuk itu, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi suplemen vitamin C dan niacin-simvastatin.

7. Sebabkan Batu Ginjal


Sebabkan Batu Ginjal

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, vitamin C dalam dosis terlalu tinggi berisiko menyebabkan hiperoksaluria, yaitu gangguan kesehatan serius saat asam oksalat yang diekskresikan di dalam urine terlalu banyak sehingga meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal.

Untuk meminimalkan risiko kelebihan vitamin C, direkomendasikan untuk mendapatkan asupan vitamin C dari beragam sayur dan buah dibandingkan dari suplemen vitamin C. Pastikan juga untuk mengonsumsi minimal satu macam makanan kaya vitamin C setiap harinya, seperti, jeruk, yuzu, kiwi, atau strawberry.

Intip juga artikel ini untuk mengetahui beberapa bahan makananan yang punya kandungan vitamin C tinggi. Selain itu simak juga yuk beberapa makanan yang cocok kalian konsumsi untuk meningkatkan sistem imun di sini.

You can share this post!

Related Posts