Heboh Ahok Bongkar Aib Pertamina, Ini Tanggapan Kementerian BUMN
Instagram/basukibtp
Nasional

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menanggapi pengakuan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok terkait sejumlah aib yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero).

WowKeren - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kembali menjadi sorotan usai membongkar aib perseroannya. Hal tersebut disampaikan Ahok dalam video yang diunggah akun YouTube POIN pada Senin (14/9) lalu.

Ahok mengatakan jika keputusan bisnis Pertamina seringkali tidak masuk akal dalam kalkulasi bisnis. Akibatnya, Pertamina harus menanggung utang yang jumlahnya cukup besar.

Tak sampai disitu, Ahok juga membongkar terkait pejabat Pertamina yang masih menerima gaji meskipun jelas-jelas sudah dicopot dari jabatannya. “Tapi, masa (jabatan) dicopot gaji masih sama. Alasannya karena orang lama," ungkapnya.

" Ya harusnya gaji mengikuti jabatan anda kan. Mereka bikin gaji pokok gede semua. Jadi bayangin gaji sekian tahun gaji pokok bisa Rp 75 juta. Dicopot, gak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila aja nih,” tukas Ahok.


Menanggapi hal ini, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menegaskan jika hal ini merupakan urusan internal perusahaan. Pihak Kementerian BUMN dalam hal ini memberikan ruang untuk keduanya antara komisaris dan direksi Pertamina berkomunikasi.

"Menjawab mengenai pernyataan Ahok sebagi komut, tentunya itu urusan internalnya Pertamina," kata Arya. "Kita berikan ruang untuk direksi dan komisaris melakukan komunikasi, jadi kita tetap meminta mereka komunikasi dengan baik antara komisaris dan direksi lah."

Menurut Arya, bagaimanapun komisaris yang ditempatkan di setiap BUMN sebelumnya melalui proses yang musti dijalani dari Kementerian BUMN. "Soal komisaris di BUMN ya semua berasal dari Kementerian BUMN, termasuk pak Ahok juga dari kita kan dari Kementerian BUMN, sementara yang lain kan memang dari kita semua. Namanya juga BUMN penugasannya dari Kementerian BUMN gitu lho," terangnya.

Sebelumnya, PT Pertamina sendiri telah buka suara menanggapi persoalan ini. Menurut VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, pihaknya menghargai pernyataan sang Komisaris Utama tersebut lantaran sejalan dengan program restrukturisasi Pertamina.

Di sisi lain, pernyataan Ahok tersebut membuatnya dikritik anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Menurut Andre, Ahok telah membongkar aib Pertamina dan membuat gaduh. Politisi Gerindra tersebut bahkan meminta Presiden Joko Widodo untuk mencopot Ahok dari jabatannya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts