Susul AS Konfirmasi 5 Juta Kasus Corona, India Kini Mulai Krisis Pasokan Oksigen
Dunia
Pandemi Virus Corona

India mengonfirmasi 5 juta kasus positif COVID-19 per Rabu (16/9). Krisis itu diperburuk dengan makin sedikitnya pasokan oksigen padahal masih ada jutaan kasus aktif yang harus ditangani.

WowKeren - India menjadi negara Asia dengan jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak. Bahkan pada Rabu (16/9) waktu setempat, India mengonfirmasi lebih dari 5 juta kasus positif.

Krisis yang terjadi pun memicu kekhawatiran otoritas setempat, terutama terkait pasokan oksigen. Dilansir dari Reuters, rumah sakit di beberapa negara bagian besar mulai khawatir tak ada pasokan oksigen memadai untuk pasien yang tengah mereka tangani.

Beberapa negara bagian seperti Maharashtra, Gujarat, dan Uttar Pradesh mencatatkan permintaan oksigen, bahkan sampai 3 kali lipat. "Pasien yang putus asa telah menelepon saya sepanjang malam, tetapi saya tidak tahu kapan saya akan mendapatkan persediaan," kata pemasok oksigen di kota barat Nashik, Rishikhesh Patil.

Seperti misalnya di Uttar Pradesh, total kebutuhan oksigennya sampai 5 ribu tabung per hari. Padahal sebelum pandemi COVID-19 terjadi, kebutuhan oksigen berkisar pada seribu tabung per hari. Sementara di Maharashtra, sebagai negara bagian yang terkena dampak COVID-19 paling parah, memutuskan untuk mengurangi suplai pasokan untuk daerah lain demi mencukupi kebutuhan internal.

Namun demikian, pemerintah pusat India masih menegaskan bahwa kebutuhan oksigen masih tercukupi. Pejabat Kementerian Kesehatan India, Rajesh Bhushan, namun menegaskan pemerintah negara bagian harus memantau penggunaan pasokan oksigen secara ketat.


"Masalahnya ada pada tingkat fasilitas jika tidak ada manajemen inventaris," terang Bhushan. "Setiap negara bagian harus memastikan ini."

Namun tampaknya klaim Bhushan ini patut digarisbawahi lantaran fakta di lapangan cukup berbeda. Seperti kisah dokter Ravindra Khade Patil yang mengelola 2 RS swasta di pinggiran Mumbai, yang menghadapi tekanan luar biasa karena kesulitan mendapatkan pasokan oksigen untuk pasiennya.

Dua hari lalu, pemasok oksigen untuk RS-nya tidak muncul. Ia menelepon pemasok, rumah sakit, sampai dewan parlemen, mengabarkan seberapa pelik situasi yang mesti dihadapi karena kebutuhan oksigen yang mendesak.

Baru lewat tengah malam tabung oksigen yang diharapkan tiba. Itu pun baru didapatkan setelah pejabat pemerintah setempat memberikan tekanan kepada pemasok oksigen.

"jika mereka datang terlambat, bahkan beberapa jam, kami bisa kehilangan lima atau enam pasien. Setiap hari kami khawatir apakah kami dapat memenuhi kebutuhan kami, apakah oksigen akan tiba atau tidak," ujar Patil.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts