Ini Kata Pemprov DKI Soal Bus Sekolah Dipakai Evakuasi Pasien Corona
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ali Murthado buka suarat terkait bus sekolah milik Pemprov DKI yang beralih fungsi menjadi pengantar pasien COVID-19.

WowKeren - Sebuah postingan yang menampilkan bus sekolah dipakai untuk mengevakuasi pasien COVID-19 di Jakarta baru-baru ini viral di media sosial. Video berdurasi 31 detik yang diunggah oleh akun @ArumBene di Twitter itu bahkan telah dilihat lebih dari 43 ribu orang.

Video tersebut memperlihatkan bus sekolah berwarna kuning keluar dari puskesmas. "Puskesmas Palmerah.. Bus yg kuning isinya bukan anak sekolah, tapi mereka warga palmerah yang mau diantar ke wisma atlet.." cuitnya pada unggahan video itu di Twitter.

Merespon viralnya postingan tersebut, Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ali Murthado mengatakan jika bus sekolah yang dimiliki Pemprov DKI memang sudah digunakan untuk mengevakuasi pasien COVID-19 sejak Maret 2020 lalu. "Kita laksanakan perbantuan evakuasi pasien sejak Bulan Maret," kata Ali, Kamis (17/9).

Ali mengatakan, bus sekolah yang digunakan untuk mengevakuasi pasien COVID-19 di Jakarta ada 7 unit. Selain itu, ada 15 awak yang bekerja di 7 unit bus sekolah. Total, Pemprov DKI memiliki bus sekolah sebanyak 176 unit.

"Saat ini ada 7 unit (yang digunakan) dengan awak bus 15," terangnya. "Total bus yang dimiliki UPAS Dishub (ada) 176."


Source: Twitter

Menurutnya, penggunaan bus sekolah sebanyak 7 unit itu baru dilakukan pada September 2020. Sebelumnya sejak Maret lalu hanya digunakan 5 unit. "Awalnya 5 unit, sejak awal September ditambah 2 unit, total saat ini 7 unit karena tingginya mobilisasi evakuasi," sambungnya.

Lebih lanjut, alasan bus sekolah digunakan untuk melakukan evakuasi pasien COVID-19 karena memiliki daya tampung yang besar. Sekali perjalanan dapat membawa 22 orang. "Alasannya karena daya angkut bus sekolah banyak, bisa sampai 22 orang sekali trip per bus," terangnya.

"Rata-rata bus sekolah mengevakuasi pasien yang terpapar virus Corona di atas 6 orang dalam satu kali perjalanan," imbuhnya. "Biasanya di atas 3 orang, tapi sampai saat ini yang kita angkut di atas 6 orang."

Untuk mengevakuasi pasien COVID-19, Ali mengatakan jika pihaknya akan menunggu arahan dari puskesmas yang memberi rujukan terlebih dahulu. Baru setelahnya bus sekolah itu akan mengantarkan pasien ke RS Darurat Wisma Atlet atau rumah sakit rujukan. "Pengangkutan pasien harus ada rujukan dari puskesmas atau rumah sakit dan dalam pelaksanaannya diawasi oleh Dinkes," tandasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts