Temukan Patogen COVID-19, Tiongkok Larang Produk Laut Asal Indonesia
Pixabay/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tiongkok baru-baru ini melarang produk makanan laut (seafood) olahan yang berasal dari eksportir Indonesia, PT Putri Indah, usai menemukan patogen virus corona pada kemasan produknya.

WowKeren - Tiongkok baru-baru ini melarang produk makanan laut (seafood) olahan yang berasal dari eksportir Indonesia, PT Putri Indah. Hal ini karena ditemukannya patogen virus corona pada kemasan produk seafood tersebut.

Kantor Bea Cukai Tiongkok mengatakan partikel virus corona ditemukan pada kemasan produk ikan layur beku. Dilansir dari Strait Times, perusahaan yang berbasis di Sumatera Utara itu tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait larangan yang dikeluarkan oleh otoritas Tiongkok.

Pembatasan produk impor dan makanan beku di tengah merebaknya pandemi virus corona bukanlah yang pertama terjadi di Negeri Tirai Bambu. Pada bulan Juni lalu, Tiongkok telah memberlakukan keputusan serupa setelah menemukan jejak patogen pada kemasan, wadah, hingga produk daging dan makanan laut. Hingga kini, bea cukai Tiongkok melaporkan hanya enam dari lebih dari 500 ribu sampel yang dinyatakan positif corona.


Pada bulan Juli, Tiongkok juga melarang beberapa makanan, termasuk udang dari tiga perusahaan asal Ekuador. Administrasi umum bea cukai v, Bi Kexin mengatakan sampel yang diambil dari kemasan udang Whiteleg yang diimpor di pelabuhan Dalian dan Xiamon terpapar virus. Kendati demikian, ia mengatakan jejak virus pada udang tidak menularkan produk impor lainnya dari ketiga perusahaan tersebut.

Tak hanya itu, Pemerintah Shenzhen juga sempat mengeluarkan larangan olahan ayam beku dari Brasil pada Agustus lalu. Pusat pengendalian penyakit lokal menguji sampel yang diambil dari permukaan sayap ayam beku sebagai bagian dari pemeriksaan rutin pada makanan, produk daging, dan hasil laut.

Sementara itu, menurut penelitian ilmuwan, virus corona SARS-CoV-2 bisa menempel dan bertahan di daging beku selama 21 hari atau 3 minggu. Uji coba tersebut dilakukan pada daging salmon, ayam, dan babi.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts