Ini Klarifikasi Polisi Soal Wanita Dilecehkan Saat Rapid Test Di Bandara Soetta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Viral curhatan seorang wanita yang mengaku dilecehkan dan diperas saat sedang menjalani rapid test di bandara Soekarno-Hatta, begini penjelasan dari Polda Metro Jaya mengenai kejadian tersebut.

WowKeren - Seorang wanita baru-baru ini menceritakan cuitan pengalaman yang menggerkan media sosial setelah menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta. Wanita berinisial LHI ini mengaku telah mengalami pemerasan dan bahkan pelecehan seksual dari petugas kesehatan yang melakukan rapid test padanya.

Sebagai informasi, petugas kesehatan yang dimaksud wanita tersebut dari PT Kimia Farma. Pihak kepolisian lantas langsung menindaklanjuti dan menyelidiki mengenai cuitan viral dari wanita tersebut.

Polda Metro Jaya menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Kimia Farma selaku penanggung jawab petugas yang melaksanakan rapid test di Bandara Soetta. Selain itu, polisi juga telah melakukan klarifikasi terhadap petugas kesehatan yang saat ini bertugas.

"Hasil cuitan itu sudah kami dalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta seperti dilansir dari Detik, Senin (21/9). "Dan kita sudah lakukan klarifikasi petugas kesehatan pada saat itu yang merupakan petugas kesehatan dari PT Kimia Farma."

"Juga sudah berkoordinasi dengan pelaksana rapid test dalam hal ini PT Kimia Farma, yang kemarin PT Kimia Farma penanggung jawabnya telah melakukan klarifikasi," sambungnya. "Karena kita pengen tahu dia pelaku bekerja sebagai dokter atau petugas kesehatan."


Kasus ini juga tengah diselidiki oleh Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta. Mereka berharap jika korban yang menceritakan peristiwa pelecehan tersebut mau membuat laporan agar kasus tersebut dapat segera diusut tuntas oleh pihak berwenang.

Yusri menjelaskan jika pihaknya juga telah mengidentifikasi oknum petugas yang diduga melakukan pelecehan itu. Polisi berjanji akan segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang berinisial EFY tersebut.

”Mudah-mudahan hasil pagi ini kita bisa membuat laporan pengadunya untuk kita bisa mengambil tindak lanjutnya," jelas Yusri. “Termasuk pelakunya ini yang inisialnya EFY. Secepatnya kita lakukan pemeriksaan untuk bisa menentukan tindak lanjut ke depannya seperti apa dari kasus pelecehan kepada si pengadu ini.”

Sementara itu, pihak PT Kimia Farma menyatakan telah menghubungi secara pribadi wanita yang diduga menjadi korban pemerasan dan pelecehan. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadilah Bulqini mengatakan pihaknya akan melakukan tindakan tegas dan menempuh jalur hukum untuk menyelidiki oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

"PT Kimia Farma Diagnostika telah menghubungi korban atas kejadian yang dilakukan oleh oknum tersebut,” ujar Adil Fadilah Bulqini, Sabtu (19/9). “PT Kimia Farma Diagnostika akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan oknum tersebut yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil uji rapid test, pemerasan, tindakan asusila, dan intimidasi.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts