Tak Direkomendasikan Satgas COVID-19, Pemprov Jabar Terlanjur Pesan Jutaan Masker Scuba ke UKM
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut Satgas Penanganan COVID-19, selain karena terlalu tipis, masker scuba juga sangat mudah untuk ditarik ke bawah sehingga menjadi kurang efektif dalam menjalankan fungsinya.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 tidak merekomendasikan penggunaan masker scuba. Menurut Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, masker scuba tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menyaring partikel karena tipis dan hanya memiliki satu lapisan. Wiku merekomendasikan agar masker scuba tak digunakan saat berpergian, terutama di dalam transportasi umum.

Hal ini lantas membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat merasakan dilema. Pasalnya, Pemprov Jabar sudah meneken kontrak pembuataan delapan juta masker dari ratusan UKM (usaha kecil menengah), dan sebanyak 65 persen di antaranya adalah masker scuba.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Pemprov Jabar, Kusmana Hartadji, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Tekstil terkait jutaan masker scuba yang sudah terlanjur dipesan ini "Kita koordinasikan dulu, sekarang kita juga sedang menghubungi Balai Besar Tekstil," ujar Kusmana dilansir Kumparan pada Senin (21/9).

Lebih lanjut, Kusmana menjelaskan bahwa Pemprov Jabar telah memesan masker tersebut sebelum munculnya rekomendasi Satgas COVID-19. Adapun tujuan pesanan jutaan masker tersebut adalah untuk membangkitkan UMKM di Jabar yang dihantam oleh pandemi corona. "Tujuan kita sebetulnya membantu UMKM," jelas Kusmana.


Adapun anggaran yang disediakan untuk pemesanan masker ini mencapai Rp 40 miliar. Apabila masker yang dipesan sudah mulai dibuat, maka Pemprov Jabar tetap harus membayar. Namun jika masker tersebut belum dibuat, maka akan dilakukan penyesuaian dengan mengikuti anjuran Satgas COVID-19.

"Tapi kalau memang belum dibuat sama mereka belum beli bahan maka kita akan menyesuaikan agar diganti dengan kain. Karena memang harganya masih sama, harga kain scuba dengan kain sama. Kan sama-sama jenis kain," terang Kusmana. "Jangan sampai nanti UMKM yang sudah beli kain dan sudah diberikan kontrak malah bukannya tertolong tapi malah menjadi tambah ambruk, ini menjadi dilema bagi kita."

Sebelumnya, Satgas COVID-19 juga telah menyarankan masyarakat memakai masker kain yang berlapis tiga. Sementara untuk orang yang bergejala maka sebaiknya menggunakan masker bedah.

Menurut Satgas COVID-19, masker yang memiliki 3 lapisan mampu menyerap partikel virus lebih baik. Sedangkan masker scuba selain karena terlalu tipis, sangat mudah untuk ditarik ke bawah sehingga menjadi kurang efektif dalam menjalankan fungsinya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts