Usai Tuding CDC Salah Informasi, Kini Trump Klaim Vaksin COVID-19 Tersedia pada 2021
AFP
Dunia
Vaksin COVID-19

Sebelumnya, ketika ditanya soal pernyataan direktur CDC yang berbeda dengan pernyataannya, Trump justru mengatakan bahwa kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS itu salah informasi.

WowKeren - Presiden AS Donald Trump mengumumkan vaksin COVID-19 untuk masyarakat Amerika akan tersedia pada April 2021. Pengumuman ini muncul setelah Trump menyebut Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Robert Redfield, salah informasi.

Sebagai negara yang paling terpukul pandemi COVID-19, Trump melihat persetujuan cepat dari vaksin juga bisa mendongkrak kampanye pemilihannya kembali. "Ratusan juta dosis akan tersedia setiap bulan, dan kami berharap memiliki cukup vaksin untuk setiap orang Amerika pada April (2021)," kata Trump, sebagaimana dilansir dari CNN pada Senin (21/9).

Trump telah mengisyaratkan vaksin pertama dapat lampu hijau pada Oktober mendatang, jadwal yang dianggap terlalu optimis oleh pejabat kesehatan AS yang mengatakan bahwa akhir tahun atau awal 2021 lebih masuk akal. Beberapa jam sebelum Trump membuat pernyataan tersebut, Direktur CDC, Robert Redfield, mengatakan vaksin COVID-19 baru dapat diluncurkan secara luas pada pertengahan tahun depan. Redfield mengungkapkan pernyataan tersebut di depan panel Senat AS.

Ketika ditanya soal pernyataan Redfield yang berbeda dengan pernyataannya, Trump justru mengatakan bahwa sang direktur CDC telah melakukan kesalahan. Presiden yang kembali mencalonkan diri di pilpres 2020 ini mengatakan dia telah menelepon Redfield.


"Tidak, saya pikir dia (Redfield) melakukan kesalahan ketika mengatakan itu. Itu informasi yang salah. Saya yakin dia bingung. Saya pikir mungkin dia hanya salah memahami pertanyaan itu," kata Trump.

Sebelumnya, Redfield menyebut vaksin COVID-19 akan tersedia untuk umum pada akhir kuartal kedua atau kuartal ketiga 2021. Namun vaksin dapat disiapkan pada November atau Desember tahun ini. Redfield menambahkan, dosis pertama diberikan secara terbatas hanya kepada mereka yang paling rentan.

"Tetapi agar vaksin cukup untuk semua, saya pikir ini akan memakan waktu enam hingga sembilan bulan,” kata Redfield dalam pernyataannya sebelumnya.

Di sisi lain, Trump yakin saat ini AS berada di jalur yang tepat untuk mengirimkan dan mendistribusikan vaksin dengan cara aman serta efektif. "Segera setelah FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menyetujui vaksin itu, kami akan dapat mendistribusikan 100 juta dosis vaksin pada akhir tahun 2020 dan jumlah yang besar lebih cepat dari itu," ucapnya.

Sebagai informasi tambahan, AS diketahui mengembangkan vaksin COVID-19 yang melibatkan perusahaan farmasi AS Pfizer Inc. dan BioNTech SE Jerman. AS menyumbang lebih dari 198 ribu dari 947 ribu kematian dunia sejak virus corona muncul di Tiongkok pada Desember 2019 lalu, sementara lebih dari 30,2 juta kasus positif telah tercatat.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts