Ancaman COVID-19 Hantui Anak-anak Pengidap Anemia dan Malnutrisi
Health
COVID-19 di Indonesia

Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Surabaya Dr dr M. Atoillah Isfandiari MKes, menyebutkan anak yang memiliki penyakit anemia dan malnutrisi rentan terpapar COVID-19.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) saat ini bermutasi dengan sangat cepat. Tak hanya orang dewasa dan lansia, anak-anak juga terancam terinfeksi virus mematikan tersebut.

Baru-baru ini diketahui, anak yang anemia dan malnutrisi rawan terpapar COVID-19. Sebab sel darah merah mempengaruhi kinerja sistem imun.

Tubuh yang kekurangan sel darah merah sehat atau sel darah merahnya tidak berfungsi dengan baik merupakan penyakit anemia. Bahkan menurut data WHO, 1,62 miliar orang atau 24,8 persen populasi di dunia menderita anemia. Artinya, hampir setengah populasi penderita anemia diderita oleh anak-anak.

Menurut Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Surabaya Dr dr M. Atoillah Isfandiari MKes, anak yang memiliki penyakit anemia rentan terpapar COVID-19. Anemia sendiri tidak bisa dilepaskan dari malnutrisi atau tubuh yang tidak mendapatkan cukup nutrisi.


Kekurangan zat besi pada anak memiliki dampak buruk pada perkembangan anak. Anemia pada anak menjadi salah satu ciri kekurangan gizi dalam tubuh. "Anak yang mengalami stunting dan memiliki BMI rendah berisiko tinggi terkena Anemia," kata Atoillah, Senin (21/9).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyakit anemia memang sangat umum terjadi pada wanita hamil dan anak-anak. Penyakit kurang darah tersebut dapat mempengaruhi kemampuan darah dalam menghantarkan oksigen. "Anak penderita stunting yang lahir dari ibu dengan anemia memiliki risiko lebih besar daripada anak stunting yang lahir dari ibu tidak anemia," jelasnya.

Secara umum, anemia disebabkan oleh berkurangnya sel darah merah secara signifikan. Hal itu disebabkan oleh pendarahan atau hancurnya sel darah merah secara berlebihan.

Selain itu, umur sel darah merah yang singkat akibat pembentukan hemoglobin juga memicu penyakit anemia. Pada anak-anak, penyakit ini dapat menyebabkan imunitas menurun sehingga mudah terpapar virus. "Sel darah merah mempunyai peran untuk mempengaruhi kinerja sistem imun dalam melawan bakteri dan virus (COVID-19)," terangnya.

Anemia juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, seperti memicu berat badan yang tak kunjung naik dan menurunnya nafsu makan. "Selanjutnya, anemia juga menurunkan kemampuan belajar dan menyebabkan gangguan perkembangan kognitif pada anak," pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts