Infeksi Virus Corona Terungkap Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran dan Lahir Prematur
Health
Pandemi Virus Corona

Peneliti dari CDC AS menemukan bahwa infeksi virus Corona bisa meningkatkan risiko ibu hamil melahirkan bayinya secara prematur atau malah mengalami keguguran. Ini penjelasannya.

WowKeren - Masih banyak misteri di balik kemampuan virus Corona selain menginfeksi saluran pernapasan. Salah satu yang baru terungkap adalah infeksi virus Corona membuat ibu hamil berpotensi besar melahirkan bayi prematur atau malah keguguran.

Riset ini dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang diterbitkan di Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) pada Rabu (16/9) lalu. Mereka mengamati catatan medis dari ampir 600 wanita hamil berusia antara 18 sampai 45 tahun yang ada di 14 negara bagian AS yang mendapat perawatan di RS antara Maret sampai akhir Agustus 2020.

Sebanyak setengah dari data tersebut rupanya dikonfirmasi positif terinfeksi COVID-19. Dan dari mereka yang positif COVID-19, sebanyak 16 persennya memerlukan perawatan intensif, dengan 8 persen lain membutuhkan ventilasi mekanis invasif, dan ada 2 ibu hamil yang berakhir meninggal dunia.

Dan dari angka tersebut, sebanyak sekitar 12 persen ibu hamil dilaporkan melahirkan secara prematur. Bila dibandingkan dengan populasi umum, angka ini 10 persen lebih tinggi.


Selain itu, 23 persen wanita hamil dengan gejala COVID-19 berpotensi lebih besar melahirkan prematur. Sedangkan wanita hamil, baik dengan gejala positif COVID-19 maupun asimtomatik alias tanpa gejala juga berisiko mengalami keguguran sampai 2,2 persen.

Temuan ini mematahkan anggapan awal bahwa infeksi virus Corona tak terlalu berisiko bagi wanita hamil dan anak-anak. Namun demikian, setidaknya virus ini tak berbahaya bagi janin yang baru berkembang seperti virus Zika, meski ada ancaman risiko komplikasi serius dalam kehamilannya.

Dengan kelahiran yang prematur, maka bayi lebih berisiko mengalami komplikasi jika sampai terinfeksi virus SARS-CoV-2. Meski belum ada bukti ilmiah bahwa virus Corona menular di dalam kandungan, tetapi transmisi setelah lahir sangat mungkin terjadi.

"Temuan ini menyoroti pentingnya mencegah dan mengidentifikasi Covid-19 pada wanita hamil," saran CDC dalam hasil risetnya, dilansir pada Selasa (22/9). "Wanita hamil harus menghindari kontak dekat dengan orang-orang yang terkonfirmasi atau diduga COVID-19, menjaga jarak 2 meter dari orang yang tidak tinggal serumah, dan melakukan tindakan pencegahan COVID-19 secara umum, termasuk memakai masker dan mempraktikkan kebersihan tangan."

"CDC merekomendasikan pengujian bayi yang baru lahir dari ibu dengan COVID-19. Sebaiknya ibu dengan COVID-19 dan bayinya dipisahkan dari ibu bersalin lain. Selain itu, perawat juga melakukan tindakan pencegahan untuk terhindar dari SARS-CoV-2," pungkas CDC.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts