Sepakat Damai, India Justru Terbangkan Jet Tempur di Perbatasan Tiongkok
Dunia

Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, menjelaskan pemesanan pesawat sejumlah pesawat dari Prancis senilai USD 9,4 M menyiratkan sebuah pesan kuat untuk musuh-musuh New Delhi.

WowKeren - Militer India melakukan penerbangan pesawat jet Prancis, Rafale, di atas wilayah perbatasan yang disengketakan dengan Tiongkok, usai perwakilan kedua negara sepakat untuk berdamai. Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, mengatakan lima pesawat pertama dari total pesanan 36 pesawat Rafale secara resmi ditugaskan pada 10 September.

Singh menjelaskan pemesanan pesawat jet ini menyiratkan sebuah pesan kuat untuk musuh-musuh New Delhi. India diketahui merogoh kocek senilai USD 9,4 miliar untuk memesan pesawat jet buatan Prancis tersebut. "Jet tempur Rafale telah diperkenalkan di daerah operasional kami termasuk Ladakh," kata seorang pejabat senior angkatan udara.

Penerbangan pesawat jet Rafale dilakukan ketika komandan militer India dan Tiongkok mengadakan pembicaraan putaran terakhir untuk meredakan ketegangan di perbatasan Himalaya. Kementerian Pertahanan mengatakan pesawat tempur Rafale sudah terbiasa dengan lingkungan operasional India.

"(Rafale) telah menjalani pelatihan terintegrasi yang intens dengan armada tempur lain termasuk penembakan senjata canggih," ujar pernyataan Kementerian Pertahanan, sebagaimana dikutip dari Republika.

Sebelumnya, India memang mengakui alat pertahanan militer mereka berada di belakang Tiongkok dan negara-negara lainnya. Pembelian jet tempur Rafale adalah salah satu upaya pemerintah India untuk meningkatkan kekuatan militernya.

Uji coba pesawat tempur ini dilakukan setelah para petinggi angkatan bersenjata India dan Tiongkok dilaporkan kembali mengadakan pembicaraan pada Senin (21/9) waktu setempat untuk menyelesaikan sengketa wilayah Ladakh di pegunungan Himalaya yang kembali memanas.


Rincian mengenai pembicaraan yang dilakukan di Moldo, wilayah Ladakh, itu tidak diungkapkan. Namun salah satu pejabat India mengatakan seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri India juga berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.

Meskipun beberapa pembicaraan baik di tingkat militer, diplomatik, politik, termasuk negosiasi antara menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara di Moskow bulan ini telah dilakukan. Namun, ketegangan di perbatasan tetap terjadi.

Media dari kedua negara juga telah melaporkan liputan tentang meningkatnya ketegangan yang secara dramatis mengubah hubungan bilateral kedua negara.

Sebelumnya, Tiongkok dan India dilaporkan saling melepas tembakan setelah puluhan tahun melakukan gencatan senjata. Pada 8 September lalu, kedua negara diduga melepaskan tembakan ke perbatasan yang disengketakan, tempat di mana penggunaan senjata dilarang menurut perjanjian tahun 1996.

Serangan tersebut adalah yang pertama kalinya sejak 45 tahun lalu, tepatnya sejak 1975, ketika empat tentara India tewas di perbatasan akibat tembakan. Sedangkan pada bulan Juni lalu, India kehilangan sekitar 20 tentaranya dalam pertarungan tangan kosong dengan militer Tiongkok di Garis Kontrol Aktual (LAC), perbatasan de facto dekat wilayah Himalaya di Ladakh.

Ketegangan antara kedua negara makin memanas pada September. Pernyataan yang dirilis di situs web militer Tiongkok mengatakan pasukan India secara ilegal masuk tanpa izin melalui tepi selatan Danau Pangong Tso di bagian barat perbatasan Tiongkok-India pada 7 September lalu.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts