Sejarah Dihapus, Informatika Dijadikan Mapel Wajib di Kurikulum Baru?
Nasional

Kemendikbud berencana untuk membuat mata pelajaran (mapel) informatika wajib diikuti oleh para siswa. Namun, wacana tersebut nampaknya menemui sejumlah kendala.

WowKeren - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana melakukan penyederhanaan kurikulum tahun 2013. Rencananya kurikulum baru tersebut akan mulai diterapkan tahun ajaran 2021/2022.

Diketahui, Kemendikbud berencana untuk membuat mata pelajaran (mapel) informatika dan program pengembangan karakter menjadi mapel yang wajib diikuti oleh para siswa. Namun, wacana tersebut nampaknya menemui sejumlah kendala.

Pasalnya, sejumlah sekolah belum menerapkan mata pelajaran informatika selama menggunakan Kurikulum 2013 sebagai patokan pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013, pelajaran Informatika tak diwajibkan di seluruh sekolah.

Seperti SMPN 52 Jakarta Timur yang tidak memiliki guru informatika saat ini. Kepala Sekolah SMPN 52 Jakarta Timur, Heru Purnomo menjelaskan jika sekolahnya pernah mempekerjakan guru informatika ketika penerapan Kurikulum 2006, di mana pelajaran teknologi informasi komunikasi (TIK) menjadi pelajaran wajib. Namun semenjak Kurikulum 2013 diterapkan, guru informatika tak lagi dibutuhkan di sekolah.


Pada Kurikulum 2013 memang memuat mata pelajaran prakarya & informatika, tapi pada praktiknya sekolah hanya mengajarkan unsur prakarya. "Di dalam pembelajarannya nilai rapor itu hanya mewajibkan nilai prakarya. Setelah berganti dengan Kurikulum 2013, TIK jadi tidak wajib, melainkan pilihan. Dalam rapor tapi juga tidak ada TIK. Jadi artinya kan ditiadakan," ungkapnya dilansir CNNIndonesia, Rabu (23/9).

Ketika awal Kurikulum 2013 berlaku, guru diberi pemahaman bahwa mata pelajaran informatika tidak dibutuhkan karena seluruh pembelajaran diharapkan berbasis digital. Artinya siswa bisa mengerjakan dan mengumpulkan tugas menggunakan teknologi informatika.

Heru mendapati hal tersebut tak mengembangkan kemampuan informatika siswa ke arah yang lebih luas. Ia menilai dengan revolusi digital yang terus berkembang, seharusnya siswa diajarkan mengasah kemampuan digital di luar kemampuan teknis.

"Karena mereka tidak punya dasar kemampuan dan keterampilan untuk digitalisasi," jelasnya. "Akhirnya mereka itu hanya sekedar bisa. Mereka bisa ngetik, bisa power point. Tapi yang lebih luas, seperti photoshop, itu tidak bisa."

Lebih lanjut, Heru mendukung upaya pemerintah menjadikan informatika pelajaran wajib di kurikulum baru. Menurutnya, siswa di sekolah sangat membutuhkan pengembangan informatika yang lebih luas sebagai bekal di masa depan.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts