Sidang PBB, Trump Minta Tiongkok Dituntut Dan Tanggung Jawab Soal Pandemi Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Tiongkok untuk bertanggung jawab terhadap dunia atas pandemi virus corona (COVID-19).

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turut memberikan pidatonya dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (23/9). Dalam pidatonya, Presiden Trump meminta PBB dan dunia untuk menuntut Tiongkok atas pandemi virus corona.

Trump menuduh jika Tiongkok menyebarkan COVID-19 yang saat ini telah menginfeksi lebih dari 31 juta orang di dunia. Oleh sebab itu, Trump mendesak para pemimpin dunia untuk meminta pertanggungjawaban Tiongkok atas tindakannya terkait pandemi virus corona.

PBB dinilai Trump memiliki kuasa untuk melakukan tekanan dan sanksi kepada Tiongkok. "PBB harus meminta pertanggungjawaban China atas tindakan mereka. Virus itu berasal dari Tiongkok," tegas Trump dalam pidatonya seperti dilansir dari CNBC, Rabu (23/9).

Orang nomor satu di dunia ini juga turut mengecam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sidang umum PBB. Ia menilai jika WHO selama ini seolah dikendalikan oleh Pemerintahan Tiongkok dalam menangani pandemi COVID-19.


"Pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia, yang secara virtual dikendalikan oleh Tiongkok, secara keliru menyatakan bahwa tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia," kata Trump. "Nanti, mereka secara keliru mengatakan orang tanpa gejala tidak akan menyebarkan penyakit."

Trump memang beberapa kali telah menyampaikan kemarahannya kepada Tiongkok dan WHO soal penanganan pandemi virus corona. Bahkan, Trump akhirnya memutuskan untuk menangguhkan pendanaan AS untuk WHO sebagai bentuk proses. Ia menuduh WHO selama ini telah salah dalam menangani pandemi dan berusaha menutupi penyebaran virus corona sehingga menjadi parah.

Lebih lanjut Trump turut melaporkan perkembangan vaksin virus corona yang telah dikembangkan oleh AS dalam sidang umum PBB. Ia menyatakan jika AS saat ini telah memiliki tiga vaksin COVID-19 yang potensial dan menjanjikan.

Ketiganya sekarang telah memasuki tahap akhir uji klinis. Ia berjanji pemerintahannya akan segera mendistribusikan vaksin-vaksin tersebut tidak hanya bagi warga AS saja, namun juga secara global.

Adapun vaksin itu masuk dalam Fasilitas Akses Global Vaksin COVID-19 (COVAX), yang mencakup lebih dari 170 negara. COVAX ditujukan untuk bekerja sama dengan produsen vaksin guna memberikan akses yang adil kepada negara-negara di seluruh dunia atas vaksin yang aman dan efektif. Langkah tersebut sejalan dengan tujuan Trump untuk mengeluarkan Amerika Serikat dari WHO.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts