Perangi Corona, Pesan Jokowi Di Sidang PBB: No One Is Safe Until Everyone Is
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ia memberikan pesan-pesan penting kepada dunia untuk melawan pandemi virus corona (COVID-19).

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah memberikan pidato pertamanya dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (23/3). Jokowi yang menyampaikan pidato dengan menggunakan bahasa Indonesia ini turut memberikan pesan-pesan penting terkait pandemi virus corona.

Jokowi menyoroti banyaknya negara yang masih berselisih di tengah pandemi virus corona. Menurutnya, situasi pandemi saat ini justru hanya bisa diselesaikan dengan cara bersatu. Oleh sebab itu, Jokowi mengajak para pemimpin dunia untuk bersatu dan terus bekerja sama agar dapat menang perang melawan pandemi COVID-19.

"Keprihatinan kita menjadi semakin besar di saat pandemi COVID-19," kata Jokowi dalam pidatonya seperti dilansir dari Kumparan, Rabu (23/9). "Di saat seharusnya kita semua bersatu padu, bekerjasama melawan pandemi, yang justru kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menajam."

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meyakini jika pandemi virus corona tidak akan bisa dilalui sendirian. Ia menilai pandemi berhasil ditangani jika semua negara sepenuhnya bebas dari kasus COVID-19. Jika sejumlah negara bebas, namun masih ada negara lainnya yang belum bebas dari virus corona, maka penyebaran COVID-19 akan terus terjadi lagi.


"Kita tahu dampak pandemi ini sangat luar biasa, baik dari sisi kesehatan, maupun sosial ekonomi," pesan Jokowi. "Kita juga paham virus ini tidak mengenal batas negara. No one is safe until everyone is (tidak ada yang aman sampai semua orang aman)."

Karena itu, Jokowi meminta agar negara-negara di dunia mulai menyimpan egonya dan menghentikan segala rivalitas yang terjadi antara satu dan yang lainnya. Kedamaian menjadi kunci utama dalam persatuan bangsa, dan hanya dengan bersatu maka dunia dapat kembali pulih dan bangkit dari guncangan pandemi.

"Jika perpecahan dan rivalitas terus terjadi, maka saya khawatir, pijakan bagi stabilitas dan perdamaian yang lestari akan goyah atau bahkan akan sirna," tegas Jokowi. "Dunia yang damai, stabil dan sejahtera semakin sulit diwujudkan."

Sebagai informasi, Presiden Jokowi berpidato dalam sesi Debat Umum yang merupakan sesi penyampaian pandangan para pemimpin negara di dunia. Sesi pidato tersebut termasuk ke dalam rangkaian pertemuan pejabat tinggi dunia di PBB yang digelar pada tanggal 21 September hingga 2 Oktober 2020 secara virtual akibat situasi pandemi COVID-19.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts