Penyebab Titanic Karam Masih Misterius, Diduga Terkait Cahaya Aurora
SerbaSerbi

Seorang peneliti cuaca dan fotografer independen Mila Zinkova menuturkan jika ada saksi mata yang menggambarkan aurora bersinar terang saat kapal tenggelam

WowKeren - Sejarah memang menyimpan segudang misteri yang tak semuanya bisa terpecahkan dengan keterbatasan manusia. Kendati demikian, berbagai penelitian terus dilakukan untuk menyibak tabir misteri masa lampau.

Seperti salah satunya sejarah mengenai tenggelamnya kapal Titanic pada April 1912 silam. Meski berbagai teori muncul namun belum ada kepastian mengenai penyebab karamnya kapal ini.

Studi terbaru meyakini jika tenggelamnya RMS Titanic berkaitan dengan fenomena aurora yang terjadi pada malam itu. Badai geomagnetik di belakang cahaya utara dapat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi kapal sehingga menghambat upaya penyelamatan, memicu bencana yang menewaskan lebih dari 1.500 penumpang.

Seorang peneliti cuaca dan fotografer independen Mila Zinkova dalam sebuah studi baru, yang diterbitkan online 4 Agustus di jurnal Weather, menuturkan jika ada saksi mata yang menggambarkan aurora bersinar terang saat kapal tenggelam. Aurora sendiri terbentuk dari badai matahari, ketika matahari mengeluarkan aliran gas elektrifikasi berkecepatan tinggi yang meluncur menuju Bumi.


Partikel bermuatan dan energi saling bertabrakan dengan atmosfer bumi, sebagian dari mereka bergerak ke garis medan magnet untuk berinteraksi dengan gas atmosfer, bersinar hijau, merah, ungu dan biru. Menurut NASA, partikel ini juga bisa mengganggu sinyal listrik dan magnet, menyebabkan lonjakan dan osilasi.

Dilansir Live Science, Zinkova menduga jika badai matahari atau geomagnetik pada malam itu mampu mempengaruhi kompas dan komunikasi nirkabel di Titanic, dan di kapal terdekat yang mencoba membantunya. Bahkan gangguan kecil mungkin sudah cukup untuk menghancurkan kapal tersebut.

Sementara itu, korban yang berhasil selamat juga mengatakan melihat cahaya utara dari sekoci mereka sekitar pukul 3 pagi waktu setempat. Cahaya itu "melengkung dengan kipas melintasi langit utara, dengan pita samar mencapai bintang Kutub," tulis Lawrence Beesley, korban selamat dari Titanic.

Pada saat yang sama ketika aurora terbentuk, mereka juga bisa menarik kompas Titanic. Zinkova menyebut jika penyimpangan sekecil apapun bahkan 0,5 derajat saja sudah cukup untuk mengarahkan kapal menjauh dari tempat aman dan menempatkannya pada jalur tabrakan fatal menuju gunung es.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts