Viral Tukang Bubur di Surabaya Fasih Berbahasa Jepang, Ini Kisahnya
SerbaSerbi

Seorang tukang bubur kacang hijau di Surabaya, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial lantaran fasih berbahasa Inggris dan Jepang. Bagaimana kisah di baliknya?

WowKeren - Sebuah video seorang penjual bubur kacang hijau di Surabaya, Jawa Timur, yang fasih berbahasa Jepang tengah viral di media sosial baru-baru ini. Dalam video tersebut terlihat seseorang tengah memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jepang.

"Apa kabar bahasa jepang kalian? Dapat kiriman dari salah satu kawan mimin, 'Tadi waktu mau ke BG junction aku jalan lurus arah jalan kranggan depan toko BATA orangnya jual bubur' Informasi apa yang bisa kalian dapat dari yang disampaikan bapak ini?", tulis akun @nexs.japanesecenter pada unggahan videonya di Instagram.

Tentunya video tersebut kemudian menjadi viral. Hingga kini video tersebut telah dilihat oleh lebih dari 44 ribu pengguna Instagram.

Bahkan berbagai komentar juga memenuhi postingan tersebut. “Ini orang Indonesia apa asli Jepang, gaya ngomongnya mirip banget," komentar netizen.

Dilansir dari Kompas.com, pria penjual bubur yang terekam dalam video viral itu adalah Faiz Tosal (53). Ia sehari-hari berjualan bubur di seberang Toko Sepatu Bata, Jalan Kranggan Surabaya, tak jauh dari Pasar Blauran.

Faiz menceritakan bahwa kemampuan berbahasa Jepang didapatkannya saat merantau ke Bali. “Dulu meantau ke Bali ikut orangtua. Secara enggak sengaja nyangkut di Pantai Kuta. Alhamdulillah, sampai di sana belajarnya bahasa Inggris. Kemudian mempelajari lagi bahasa Jepang,” ungkap Faiz.


Saat tinggal di kawasan Pantai Kuta, secara otodidak Faiz belajar Bahasa Inggris dan Jepang dari teman-temanya di sana. “Orang-orang lokal. Insya Allah, orang-orang sekitar sana bisa semua,” lanjutnya.

Faiz sendiri merantau ke Bali saat masih berusia belasan tahun. Sempat tidak betah, kemudian Faiz mencari kerja ke Timor Leste yang saat itu masih menjadi bagian dari Indonesia.

Hanya setahun di Timor leste, Faiz kembali ke Bali dan menetap di sana pada 1987 hingga tahun 2006. Saat tinggal di Bali, Faiz memiliki usaha persewaan payung, sekaligus menjadi guide serta terkadang menjadi driver.

Dua tahun belakangan ini, Faiz berjualan bubur di Jalan Kranggan, Surabaya. Selama menetap di Kota Pahlawan, ia pernah menggunakan kemampuannya untuk menjadi penerjemah di Bintang Timur, sebuah tim futsal yang mendatangkan pemain dari Jepang.

Kemampuannya berbahasa, baik Jepang maupun Inggris, membantunya saat ada warga asing yang membeli dagangannya. “Kebetulan pernah ada orang Belanda. Dia pakai bahasa Inggris. Ya sudah kita layani pakai bahasa Inggris. Pertama dia bingung enggak nyangka. Begitu ngobrol jauh, ya mereka terkejut,” tuturnya.

Bahkan ia pernah kedatangan pembeli orang asli Jepang. “Yang dari Jepang ada juga. Malah dia itu bingung enggak percaya saya bisa bahasa Jepang. Begitu ngobrol ngalor-ngidul dia senang. Bahkan dia enggak nyangka ada yang bisa bahasa Jepang di Surabaya,” paparnya.

Faiz lantas mengaku terbuka bagi siapa saja yang ingin praktik berbicara bahasa Jelang dan bahasa Inggris dengannya. “Kalau umpama ada yang praktik, monggo. Welcome. Cuma saya kan jualan bubur hambokyo belilah bubur saya,” ujarnya sambil tertawa.

Untuk yang ingin membeli bubur dagangan Faiz, bisa datang langsung ke warungnya yang buka dari jam 13.30 WIB dan tutup pada pukul 22.00 WIB atau bahkan hingga dini hari.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts