Trump Serang Tiongkok Soal Virus Corona dalam Sidang Umum PBB
Getty Images
Dunia

Trump menuduh Tiongkok sengaja menginfeksi dunia dan mengklaim Negeri Tirai Bambu tersebut secara virtual mengontrol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WowKeren - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerang Presiden Tiongkok Xi Jinping terkait virus COVID-19 saat menghadiri pertemuan virtual Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama dengan pemimpin dunia lainnya.

Dalam sidang tersebut, Presiden 74 tahun itu menyebut virus corona sebagai "Chinese Virus" dan mendesak PBB meminta pertanggungjawaban Beijing. Trump juga menuduh Tiongkok sengaja menginfeksi dunia dan mengklaim Negeri Tirai Bambu tersebut secara virtual mengontrol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Klaim itu lantas langsung ditanggapi oleh Direktur Komunikasi WHO, Gabby Ster. Dalam cuitannya, Ster membantah pernyataan Trump yang kerap menyebut jika WHO berada di bawah kendali negara tertentu. "WHO memiliki 194 Negara Anggota; tidak ada pemerintah yang mengontrol kami," tulisnya.

Trump kemudian mengatakan bahwa para pemimpin global seharusnya terlebih dahulu menempatkan negaranya masing-masing. "Selama beberapa dekade, suara yang sama mengusulkan solusi gagal yang sama untuk mengejar ambisi global dengan mengorbankan rakyat mereka sendiri, tapi hanya ketika Anda menjaga warga negara Anda sendiri, Anda akan menemukan dasar yang benar untuk (membangun) kerja sama," kata Trump.


"Sebagai presiden, saya menolak pendekatan yang gagal di masa lalu, dan saya dengan bangga mengutamakan Amerika, sama seperti Anda yang harus mengutamakan negara Anda. Tidak apa-apa. Itulah yang harus Anda lakukan," lanjutnya.

Di sisi lain, dalam sidang tersebut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut krisis kesehatan sebagai "momen pada 1945", merujuk Perang Dunia II. Guterres menggambarkan COVID-19 sebagai virus beracun yang mengguncang dasar demokrasi di banyak negara.

Pernyataan Guterres juga menyinggung tentang meningkatnya kemiskinan global dan retaknya hubungan diplomatik. Dia memperingatkan kebuntuan yang semakin pahit antara Tiongkok dan AS yang hubungan diplomatiknya bergerak ke arah yang sangat berbahaya.

Sebagai informasi tambahan, selain karena COVID-19, ketegangan antara AS-Tiongkok sendiri terus memuncak terutama setelah bertikai terkait penutupan gedung konsulat. AS memerintahkan Tiongkok menutup kantor konsulatnya di Houston, Texas, karena dianggap menjadi sarang intelijen Negeri Tirai Bambu. Sementara itu, Tiongkok juga turut melakukan hal serupa dengan menutup paksa kantor konsulat AS di Chengdu sebagai balasan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts