Jawab Tudingan Ahok, Erick Thohir Bantah Ada Direksi Pertamina Lobi Menteri
Nasional

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga sudah memanggil Ahok pada 17 September 2020 lalu terkait pengakuan blak-blakannya soal manajemen Pertamina.

WowKeren - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sempat membongkar "aib" manajemen Pertamina. Salah satu hal yang disinggung Ahok adalah Direksi Pertamina yang disebutnya kerap melobi Menteri.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akhirnya buka suara terkait isu ini. Menurut Erick, selama ini tidak ada Direksi yang melobi Menteri, yang ada hanya melakukan pembicaraan biasa dalam rapat dengan Menteri.

"Lho, kalau saya kan hubungan Direksi, Komisaris, dengan Menteri kan hal yang biasa saya rasa," tutur Erick di Jakarta pada Selasa (22/9). "Kalau dibilang lobi-lobi, semua itu pembicaraan, rapat, bukan lobi. Sesuatu yang biasa."

Lebih lanjut, Erick menyatakan bawha sudah menjadi keharusan bagi Direksi dan Komisaris BUMN untuk dekat dengan para Menteri. Apabila Direksi dan Komisaris tak dekat dengan Menteri, maka kerjasama tim antara BUMN dan pemerintah tak bisa berjalan.


"Komisaris, direksi harus dekat dengan menterinya," jelas Erick. "Kalau enggak nanti yang kita mau teamwork jadi enggak jalan."

Erick juga menilai bahwa pembicaraan antara Menteri dengan Direksi BUMN sudah kerap kali dilakukan. Sebagai contoh, Erick mengungkapkan bahwa dirinya sebagai Menteri BUMN sudah menggelar pertemuan dengan para Direksi pekan lalu untuk membahas transformasi perusahaan.

"Karena itu kan saya ngasih arahan pada saat ketemu seluruh Direksi," pungkas Erick. "Mengenai yang transformasi BUMN yang sudah ada di Instagram saya."

Sebelumnya, Erick juga sudah memanggil Ahok pada 17 September 2020 lalu terkait pengakuan blak-blakannya soal manajemen Pertamina. Dalam kesempatan tersebut, Erick berpesan kepada Ahok untuk menjaga solidaritas teamwork dan terus melakukan transformasi BUMN.

Di sisi lain, pernyataan Ahok ini juga sempat menimbulkan beragam tafsir dan respons dari publik. engamat dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai sentilan Ahok ini bisa bermakna ganda. Kemungkinan pertama adalah sentilan ini merupakan sinyal akan ada perombakan jajaran direksi BUMN migas, atau kemungkinan kedua, yaitu Ahok hanya sekadar cari panggung.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts