Dubes Israel Tinggalkan Sidang PBB Usai Dikritik Presiden Erdogan Terkait Penindasan Palestina
Getty Images
Dunia

Dalam pidatonya di sidang umum PBB, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara lantang mengecam dan mengkritik keras kebijakan penindasan Israel terhadap Palestina.

WowKeren - Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gilad Erdan, mendadak keluar dari ruang sidang Majelis Umum PBB saat video pidato Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, diputar. Pasalnya dalam pidatonya, Erdogan tak segan mengecam dan mengkritik keras kebijakan penindasan Israel terhadap Palestina.

"Rakyat Palestina telah menentang kebijakan penindasan, kekerasan, dan intimidasi Israel selama lebih dari setengah abad," kata Erdogan dalam pidatonya.

Presiden Turki tersebut juga turut menyoroti kebijakan Israel di Yerusalem. "Tangan kotor yang mencapai privasi Yerusalem, tempat tempat suci tiga agama besar hidup berdampingan, terus meningkatkan kelancangannya," ujarnya menambahkan.

Tak sampai di sana. Erdogan juga mengomentari rencana perdamaian Timur Tengah, termasuk untuk konflik Israel-Palestina, yang disusun pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Erdogan menegaskan, Turki tidak akan mendukung rencana apa pun yang ditolak oleh rakyat Palestina.

"Partisipasi beberapa negara di kawasan ini dalam permainan ini tidak berarti apa-apa selain melayani upaya Israel untuk mengikis parameter dasar internasional. Negara-negara itu telah menyatakan niat mereka untuk membuka kedutaan besar di Yerusalem, yang melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional, hanya membuat konflik semakin rumit dengan tindakan mereka," tegas Erdogan.


Di akhir pidatonya, Erdogan menekankan bahwa konflik hanya dapat diselesaikan dengan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. "Mencari solusi selain ini sia-sia, sepihak dan tidak adil," katanya.

Turki memang menjadi salah satu negara yang berkomitmen untuk mendukung Palestina. Bahkan bulan lalu, Erdogan berencana menghentikan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) usai negara tersebut sepakat berdamai dengan Israel.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Erdogan mengklaim bahwa ia memberikan perintah kepada Menteri Luar Negeri Turki untuk mengakhiri hubungan diplomatik negaranya dengan Abu Dhabi. "Saya memberi perintah kepada Menteri Luar Negeri. Saya mengatakan kami dapat menangguhkan hubungan diplomatik dengan pemerintah Abu Dhabi atau menarik duta besar kami," kata Erdogan.

Erdogan yang dikenal sebagai pendukung Palestina yang sering mengkritik kebijakan Israel di Tepi Barat. Erdogan sebelumnya juga mengkritik rencana Israel mencaplok wilayah Tepi Barat. "Sejarah tidak akan melupakan mereka yang mengkhianati rakyat Palestina dan perjuangan Palestina," kata Juru Bicara Erdogan, Ibrahim Kalin. "Turki akan terus mendukung rakyat Palestina."

Kementerian Luar Negeri Turki sebelumnya menyebut kesepakatan UEA-Israel sebagai pengkhianatan atas perjuangan Palestina. Hubungan antara UEA dan Turki sejak lama tegang dan semakin memburuk karena konflik di Libya di mana kedua negara mendukung pihak berlawanan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts