Kasus Positif di Beberapa Negara Bagian Melonjak, Kematian Corona di AS Tembus 200 Ribu Jiwa
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Berdasarkan data dari John Hopkins University, kasus kematian akibat virus corona (COVID-19) di Negeri Paman Sam telah mencapai angka 200.005 per Selasa (22/9).

WowKeren - Jumlah kasus virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat (AS) kini telah menembus angka tujuh juta. AS tetap menjadi negara dengan jumlah kasus positif COVID-19 tertinggi di dunia.

Sejalan dengan hal tersebut, angka kematian akibat COVID-19 di AS juga merupakan yang tertinggi di tingkat global. Berdasarkan data dari John Hopkins University, kasus kematian COVID-19 di Negeri Paman Sam kini telah mencapai angka 200.005 per Selasa (22/9).

Kasus kematian COVID-19 AS menembus angka 200 ribu seiring dengan adanya peningkatan kasus di sejumlah negara bagian, termasuk Dakota Utara dan Utah. Melansir BBC, Presiden Donald Trump bahkan telah menyatakan bahwa jumlah korban jiwa pandemi corona ini merupakan "hal yang mengerikan" pada Selasa (22/9).

Trump juga mengklaim bahwa Tiongkok "seharusnya menghentikan" virus tersebut. Namun demikian, Trump membela diri dan mengklai jika AS tidak mengambil tindakan sebelumnya, maka kasus kematian COVID-19 di Negeri Paman Sam bisa mencapai 2,5 juta atau bahkan 3 juta.


Sementara itu, kasus COVID-19 di Dakota Utara dilaporkan mengalami peningkatan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Para pejabat mengatakan ada lebih dari 3.200 kasus aktif di Negara Bagian tersebut pada Senin (21/9), sementara 87 orang berada di rumah sakit.

Hal ini membuat Dakota Utara menjadi Negara Baguan dengan jumlah kasus per kapita tertinggi dalam dua minggu terakhir di AS. Selain Dakota Utara, kasus COVID-19 juga mengalami peningkatan di beberapa Negara Bagian lain, termasuk Utah, Texas, dan Dakota Selatan.

Pemerintahan Presiden Trump sendiri telah berulang kali mendapat kritik atas penanganan pandemi corona ini. Salah satunya datang dari Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Demokrat, Joe Biden, yang nantinya akan melawan Trump di Pilpres AS tahun ini.

"Karena kebohongan dan ketidakmampuan Donald Trump dalam enam bulan terakhir, (kami) telah melihat salah satu kerugian terbesar dalam hidup Amerika dalam sejarah," ujar Biden pada Senin (21/9). "Dengan krisis ini, krisis nyata, krisis yang membutuhkan kepemimpinan presiden yang serius, dia tidak sanggup melakukannya. Dia membeku. Dia gagal bertindak. Dia panik. Dan Amerika telah membayar harga terburuk dari negara mana pun di dunia."

Pada hari yang sama, Trump mengaku pemerintahannya telah melakukan "pekerjaan yang fenomenal" dan memberikan nilai "A +" untuk dirinya sendiri menangani pandemi. Trump menyebut bahwa AS sedang mengatasi pandemi, dengan atau tanpa vaksin.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts