Menhub Budi Karya Klaim Belum Ada Kasus Penularan Corona di Pesawat, Ini Alasannya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa masyarakat kini kebanyakan masih enggan menggunakan pesawat sebagai sarana transportasi karena mengkhawatirkan penularan virus corona.

WowKeren - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim hingga saat ini belum menemukan kasus penularan virus corona (COVID-19) di dalam pesawat. Menurut Budi, angkutan udara adalah salah satu transportasi yang paling ketat menerapkan protokol kesehatan selama pandemi corona.

"Sektor udara merupakan satu sektor yang paling rigid memberikan pengamanan terhadap kesehatan dengan angka (penularan) yang relatif enggak ada," tutur Budi dalam webinar pada Rabu (23/9). "Mereka yang terbang enggak ada yang terpapar COVID- 19."

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa stakeholder penerbangan menjaga penuh prinsip 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Prinsip tersebut ditegakkan baik bagi penumpang maupun petugas selama berada di dalam pesawat dan bandara.

Selain itu, Budi juga menyampaikan bahwa pesawat kini telah memiliki teknologi high efficiency particulate air atau HEPA. Adapun fasilitas ini disebut dapat menyaring partikel hingga 99 persen dan menciptakan udara bersih.


Budi juga mengaku bahwa pihaknya tidak akan membiarkan otoritas bandara atau maskapai menoleransi pelanggaran protokol kesehatan. Budi menjamin bahwa protokol kesehatan yang diterapkan baik di bandara besar maupun kecil memiliki standar yang sama.

Masyarakat kini diakuinya kebanyakan masih enggan menggunakan pesawat sebagai sarana transportasi karena mengkhawatirkan penularan virus corona. Oleh sebab itu, Budi meminta agar pihak bandara dan juga maskapai terus mengkampanyekan keamanan penerbangan di media sosial.

Sebelumnya sebuah penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases menunjukkan adanya penularan virus corona di atas pesawat. Penelitian tersebut mencatat bahwa perempuan muda dan saudara perempuannya yang melakukan perjalanan ke seluruh Eropa tepat ketika awal pandemi virus corona merebak di sana.

Mereka mengunjungi Milan dan Paris sebelum menuju ke London. Ketika wanita itu meninggalkan London pada 1 Maret, dia mengalami sakit tenggorokan dan batuk saat naik penerbangan pulang ke Vietnam, tetapi tidak ada yang memperhatikan.

Pada saat dia turun dari penerbangan di Hanoi 10 jam kemudian, 15 orang lain yang berada di pesawat bersamanya mengalami gejala yang sama. Sementara dalam insiden lain, penumpang penerbangan dari Boston ke Hong Kong tampaknya telah menginfeksi dua pramugari.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts