Sebut Masyarakat Makin Lengah dan Abai Protokol Kesehatan, Satgas COVID-19: Seolah Tak Punya Empati
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, juga menyebutkan jangan sampai masyarakat menunggu hingga ada 5 ribu kasus per hari untuk menerapkan protokol kesehatan.

WowKeren - Indonesia kembali memecahkan rekor dengan mencatat 4.634 kasus COVID-19 baru pada Kamis (24/9) hari ini. Jumlah kumulatif kasus COVID- 19 di Tanah Air pun telah mencapai 262.022 pasien.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, lantas menilai salah satu faktor penyebab lonjakan kasus ini adalah perilaku masyarakat yang belum disiplin menerapkan protokol kesehatan. Wiku juga menyebut masyarakat seakan tak berempati terhadap korban pandemi corona ini.

"Seiring dengan berjalannya waktu, kami melihat masyarakat semakin lengah, mengabaikan protokol kesehatan," tutur Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (24/9). "Masyarakat seolah tidak memiliki empati meski telah menyaksikan begitu banyak korban yang muncul setiap hari karena positif COVID-19."

Lebih lanjut, Wiku menyadari bahwa masyarakat semakin bosan dengan adanya pembatasan mobilitas di masa pandemi. Namun ia terus mengingatkan agar masyarakat tak mengabaikan protokol kesehatan, termasuk gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). "Kami mohon jangan menunggu sampai lima ribu kasus untuk disiplin protokol kesehatan," ujar Wiku.

Selain itu, Wiku juga mengungkapkan jumlah kesembuhan pasien COVID-19 di tingkat nasional pekan ini mengalami kenaikan. Angka kesembuhan pekan ini meningkat 35,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya.


Wiku lantas memberikan apreasiasinya kepada lima provinsi dengan persentase kasus kesembuhan di atas 80 persen. Antara lain Maluku Utara, Gorontalo, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sulawesi Selatan.

Sedangkan apabila dilihat melalui jumlahnya, DKI Jakarta menjadi penyumbang angka kesembuhan tertinggi dengan 1.540 kesembuhan dan disusul oleh Jawa Barat dengan 1.093 kesembuhan. Di peringkat ketiga ada Jawa Tengah dengan tambahan 845 kesembuhan, lalu Aceh dengan 730 kesembuhan, dan Kepulauan Riau dengan 247 kesembuhan.

"Walau demikian, janganlah kita berpuas diri karena pencapaian positif harus kita tingkatkan terus menerus dan dipertahankan," jelas Wiku. "Agar provinsi-provinsi tersebut dapat terbebas dari pandemi COVID-19."

Tak hanya itu, Wiku juga sempat mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap COVID-19 sebagai aib hingga takut memeriksakan diri di fasilitas kesehatan. Wiku mengajak masyarakat untuk berperan aktif dan kooperatif dalam menghadapi pandemi corona ini.

"Tidak usah khawatir terhadap biaya perawatan," pungkas Wiku. "Karena seluruhnya ditanggung oleh pemerintah, baik dengan BPJS ataupun tidak."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts