Kini Diklaim Melandai, Jakarta Ternyata Pernah Diprediksi 'Panen' 2 Ribu Kasus Corona Per Hari
Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Anies Baswedan rupanya pernah memproyeksikan tambahan kasus positif COVID-19 sampai 2 ribu setiap hari apabila Jakarta tak kunjung memberlakukan PSBB total.

WowKeren - DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk bisa menurunkan angka kasus positif COVID-19 di daerahnya. Termasuk dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total yang belakangan telah diperpanjang sampai 11 Oktober 2020.

Terkait dengan keputusan PSBB ini, rupanya diambil lantaran sempat ada prediksi yang cukup mengerikan soal wabah COVID-19 di Ibu Kota. Rupanya Gubernur Anies Baswedan sempat memproyeksikan Jakarta akan "panen" sampai 2 ribu kasus positif Corona setiap hari pada pertengahan Oktober 2020 bila tak diterapkan PSBB.

"Sedangkan kasus aktif akan mencapai 20 ribu pada awal November," ujar Anies, Kamis (24/9). Padahal saat ini dengan penerapan PSBB pun Jakarta terus melaporkan lebih dari seribu kasus positif COVID-19 setiap hari.

Sedangkan saat ini ada 12.435 kasus aktif COVID-19 di Jakarta. Bila tidak dikendalikan, penambahan kasus aktif ini dikhawatirkan bisa membuat sistem kesehatan di Ibu Kota kolaps mengingat saat ini kapasitas rumah sakit pun mulai penuh.


Bahkan pengelola Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet sampai membuka Tower 4 untuk memberi daya dukung tambahan terhadap Tower 5 yang difokuskan sebagai lokasi isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan. Itu pun selang 2 hari setelah dibuka pada Senin (14/9) kemarin sudah dipenuhi sampai 500 lebih pasien.

Sedangkan secara data keseluruhan se-Jakarta, presentase keterisian tempat tidur isolasi mencapai 81 persen sedangkan bed ICU mencapai 74 persen. Padahal standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 60 persen terisi.

Oleh karena itulah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian memperpanjang pelaksanaan PSBB total sampai 11 Oktober 2020. Hal ini sejalan dengan pengendalian wabah COVID-19 di kawasan penyangga Jakarta, yakni Tangerang Raya dan Bodebek yang masih meningkat.

"Menko Kemaritiman dan Investasi (Marives) menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali," imbuh Anies, dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (25/9). Terbukti dari penambahan kasus aktif yang menurun dari 49 persen ke 12 persen pada rentang 3 pekan September.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts