Sempat Dilarang, Kini Pasien OTG Corona DKI Diizinkan Isolasi Mandiri di Rumah
jepara.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Widyastuti menegaskan jika pasien COVID-19 tanpa gejala (OTG) di Jakarta dapat menjalankan isolasi mandiri di rumah asal memenuhi syarat tertentu.

WowKeren - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Widyastuti menyebutkan jika pasien OTG (orang tanpa gejala) Corona di Jakarta dapat menjalankan isolasi mandiri di rumah. Namun, ada syarat dan ketentuan tertentu yang harus dipenuhi.

"Tentunya pada saat untuk memutuskan apakah seseorang pasien atau warga kita bisa isolasi di rumah atau tidak, itu memang kita sudah mengimbau mengharuskan pasien ini untuk berkoordinasi dengan puskesmas setempat," kata Widyastuti, dalam dialog 'Prosedur Isolasi OTG Covid-19 Mudah atau Sulit' di akun YouTube BNPB, Kamis (24/9). "Nah nanti tim puskesmas kan mengasesmen 'oh iya rumahnya memang memadai' tentu dengan pengawasan tim dari kita, jadi pengawasan tim kita dan gugus RW setempat, dan puskesmas setempat."

Syarat yang wajib dipenuhi adalah kondisi rumah harus memadai, mulai dari ventilasi hingga pencahayaan yang cukup. Selain itu, pasien OTG juga diwajibkan memakai peralatan makan dan mandi sendiri.

Mereka juga diwajibkan untuk menggunakan masker di dalam rumah. "Mekanismenya tentu rumahnya memadai, rumah yang memadai dengan ventilasi memadai dan pencahayaan yang cukup, kemudian alat mandi, alat makan yang terpisah dibandingkan anggota keluarga lain, dan di rumah tetap pakai masker karena kan kalau keluar kamar ketemu dengan anggota keluarga yang lain," jelasnya.


Selain itu, pasien OTG juga juga harus diberikan bantuan pendampingan tim kesehatan dan gugus RW. Tidak selalu datang ke rumah namun bisa dengan melakukan konsultasi.

"Jadi dengan bantuan dari pendampingan dari tim puskesmas untuk isolasi mandiri, bantuan ini bukan selalu hadir di rumah tersebut tetapi konsultasi yang disiapkan oleh teman-teman puskesmas, dan juga dukungan dari gugus RW setempat untuk menjaga warganya bisa melakukan isolasi mandiri dengan sukses," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menghapus isolasi mandiri bagi pasien positif COVID-19. Ia mendesak agar para pasien positif, termasuk yang berstatus orang tanpa gejala (OTG), menjalani isolasi di fasilitas kesehatan pemerintah.

Pertimbangan penghapusan isolasi mandiri ini adalah karena ditemukannya klaster rumah tangga. Ada pasien isolasi mandiri yang tidak melaksanakan prosedur dengan baik dan benar, sehingga virus corona justru menular ke anggota keluarga lain.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts