WHO Sebut Tak Perlu Semua Orang Divaksin untuk Kendalikan Pandemi Corona, Begini Penjelasannya
Health
Pandemi Virus Corona

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut tak semua orang perlu divaksin untuk memulihkan kondisi perekonomian yang 'ambyar' dihantam wabah COVID-19. Ini maksudnya.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memberikan perkembangan terkini perihal pengendalian wabah COVID-19. Termasuk soal perkembangan terkini kandidat-kandidat vaksin COVID-19.

Menurut WHO, sudah ada banyak kandidat vaksin potensial yang dikembangkan di berbagai belahan dunia. Tercatat ada 200-an kandidat vaksin COVID-19 yang saat ini sedang dikembangkan di berbagai penjuru dunia.

Sebagian saat ini telah memasuki uji klinis yang disuntikkan ke manusia, sedangkan yang lain bersiap memasuki uji tahap terakhir. Namun sayangnya ada fakta pahit yang tersimpan di balik situasi menjanjikan tersebut.

"Kami tidak memiliki jaminan bahwa setiap vaksin yang dikembangkan sekarang akan berhasil," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Times Now, Jumat (25/9). "Beberapa (vaksin) akan gagal dan beberapa akan berhasil. Sejarah pengembangan vaksin memberi tahu kita akan hal itu."


Pada kesempatan yang sama, Tedros juga menjelaskan perihal mekanisme pemberian vaksin agar dapat mengendalikan wabah COVID-19 dengan cepat. Menariknya, Tedros menyebut bahwa vaksin tak perlu disuntikkan ke semua orang. Bagaimana penjelasannya?

"Jalan tercepat untuk mengakhiri pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi global adalah memastikan beberapa orang divaksinasi di semua negara," tutur Tedros. "Tidak semua orang di beberapa negara."

Kendati demikian, Tedros tak menjelaskan lebih rinci soal pernyataannya ini. Hanya saja pemberian vaksin saat ini merupakan solusi yang digadang-gadang bisa menyelesaikan pandemi COVID-19 dengan cepat.

Tetapi selain WHO, sejumlah pejabat, termasuk di dalam negeri, juga mengingatkan bahwa penemuan vaksin bukan berarti membuat kewaspadaan terhadap wabah COVID-19 berakhir. Seperti misalnya Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo yang mengingatkan bahwa keberadaan vaksin tak serta-merta berarti menyelesaikan pandemi.

"Walau nanti ditemukan vaksin, walau nanti ditemukan obat, belum tentu pandemi ini akan berakhir," tegas Doni di YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dilansir pada Jumat (25/9). "(Tetap waspada) Karena belum ada satu pun ahli dan pakar yang memprediksi kapan pandemi berakhir."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts