Ratusan Anak Muda Surabaya Di Rapid Test Usai Asyik Nongkrong, Begini Hasilnya
Instagram/dishubsurabaya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Petugas gabungan Surabaya melakukan rapid test on the spot kepada ratusan anak muda yang asyik nongkrong di tengah pandemi virus corona. Begini hasil tes 308 orang.

WowKeren - Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, BPB Linmas, Polisi dan TNI serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya menggelar razia protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di tengah pandemi. Yang terbaru, razia digelar di Jalan Ketabang Kali.

Dilaporkan ada ratusan anak muda yang sedang asyik nongkrong di daerah tersebut. Melihat itu, petugas gabungan langsung melakukan rapid test terhadap semua orang demi memastikan tidak ada penularan virus corona.

Sebelum dilakukan rapid test, petugas gabungan telah menutup jalan di dua sisi sehingga tidak ada yang bisa kabur. Selanjutnya, mereka semua yang terlihat asyik menongkrong disuruh mengantre untuk dilakukan rapid test.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddi Christijanto mengatakan dari hasil rapid test sebanyak 308 orang yang tercidung nongkrong nonreaktif. Artinya, tidak ada anak muda yang terindikasi positif virus corona di lingkungan tersebut.


”Jumlahnya 308, hasilnya nonreaktif semuanya," kata Eddi seperti dilansir dari Detik, Jumat (25/9). “Kita cek lokasi yang ramai nanti, malam minggu belum terjadwal. Iya nanti kalau ada keramaian langsung ditindak.”

”Ini hari keempat. Kita lakukan di daerah Ketabang. Karena di sini merupakan tempat Kumpulnya anak-anak muda,” sambungnya. “Kita survei memang tempat anak-anak muda. Termasuk Sentra PKL di seberang sungai.”

Lebih lanjut Eddy menjelaskan alasan pihaknya kerap melakukan rapid test on the spot. Hal Ini karena banyak pasien COVID-19 di Surabaya yang masih muda, khususnya di bawah usia 30 tahun. Ia mengatakan jika pihaknya menargetkan akan melakukan rapid test pada 300 hingga 500 orang setiap hari.

”Karena 40 persen penderita korona itu anak-anak muda. Usia di bawah 30 tahun. Ini menjadi perhatian kita,” jelas Eddi. “Sejauh mana bisa memutus mata rantai corona pada anak-anak muda.”

”Ini rapid test gratis. Rapid test anti gen. Artinya mendekati swab. Sebenarnya warga Kota mengikuti rapid test ini ada keuntungannya,” sambungnya. “Karena mendekati swab. Kita ambilnya bukan darah namun lendir yang ada di hidung.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts