Metode 'Pool Testing' Jadi Kunci Vietnam Kendalikan Corona, Apa Itu?
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Vietnam sempat dihadapkan dengan gelombang kedua wabah COVID-19 di Kota Danang yang merupakan wilayah pariwisata. Namun dengan pengendalian yang tepat, situasi kembali normal per awal September.

WowKeren - Vietnam boleh dibilang menjadi salah satu negara yang sukses dalam mengendalikan wabah virus Corona. Bahkan ketika negara di Asia Tenggara itu "dihantam" gelombang kedua wabah, Vietnam tetap bisa mengendalikannya tanpa menimbulkan masalah lebih besar.

Tentu menjadi pertanyaan besar, apa kiat jitu Vietnam sampai bisa sukses mengendalikan wabah ketika negara-negara tetangganya cenderung kesulitan. Salah satu yang coba dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas tes menggunakan metode pool testing.

Metode seperti apakah itu? Dilansir dari penjelasan Direktur Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford, Guy Thwaites, metode pool testing akan menguji sampel dari lima sampai enam orang secara bersamaan. Kemudian jika muncul hasil positif, baru dilakukan pengulangan tes secara individual.

"Satu rumah tangga menjadi satu sampel. Dengan cara itu mereka dapat menguji setara dengan sekitar 100 ribu orang melalui sekitar 20 ribu tes," terang Thwaites yang berbasis di Kota Ho Chi Minh, dilansir dari ABC News, Senin (28/9). "Ini memungkinkan mereka untuk menghemat banyak waktu dan uang."

Rupanya tes skala besar ini bercermin pada metode serupa yang diterapkan di Kota Wuhan, Tiongkok. Dan hasilnya pun luar biasa, hanya dalam jangka waktu singkat kehidupan di Kota Danang yang menjadi pusat gelombang kedua wabah COVID-19 bisa kembali.


Selain itu, Vietnam juga langsung mengambil langkah tegas sejak pertama kali wabah merebak. Seperti dengan menghentikan total seluruh penerbangan dari dan ke Wuhan, bahkan menutup hampir semua perbatasan negara demi mencegah penularan virus SARS-CoV-2.

Selanjutnya pemerintah Vietnam juga melakukan tes masif, pelacakan kontak secara agresif, dan sosialisasi kesehatan yang luas. Lalu sejak pertengahan Maret 2020, pemerintah Vietnam mewajibkan semua orang memakai masker ketika berada di tempat umum dan imbauan ini tidak mendapatkan penolakan yang berarti dari masyarakat.

"Vietnam sangat terbiasa dengan penyakit menular," ujar Thwaites. "Telah banyak wabah penyakit menular selama 20 tahun terakhir."

Pemerintah Vietnam juga dengan tegas memberlakukan lockdown ketat pada 1-22 April 2020. Semua yang diduga positif COVID-19 diminta untuk menjalani karantina secara ketat di rumah sakit, fasilitas negara, atau di rumah sendiri.

"Setiap warga adalah seorang tentara," tegas Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc. "Setiap rumah, dusun, daerah pemukiman adalah benteng dalam memerangi pandemi."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts