WHO 'Semprit' 10 Negara Ini Gegara Sumbang 70 Persen Kematian Corona Dunia, Indonesia Masuk?
Dunia
Pandemi Virus Corona

WHO menyebutkan 10 besar negara dengan kematian COVID-19 tertinggi di dunia, yang ternyata telah menyumbangkan hingga 70 persen korban jiwa secara global. Mana sajakah?

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memasang mata terkait perkembangan wabah COVID-19 di berbagai negara. WHO juga sigap memberi peringatan, tak hanya bagi negara yang sedang berjuang menekan angka kasus positif, tetapi juga yang tingkat kematian akibat COVID-19 begitu mengerikan.

Seperti belum lama ini WHO "menyemprit" 10 negara yang diklaim sudah menyumbang sampai total 70 persen kematian Corona global. Sebagai informasi, dilansir dari worldometers.info, total sudah ada 1.002.399 pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

Lantas negara mana sajakah yang mendapat peringatan dari WHO? Kesepuluhnya saat ini berada di peringkat 10 besar dunia dari segi jumlah kematian COVID-19, yakni Amerika Serikat, Brasil, India, Meksiko, Inggris, Italia, Peru, Prancis, Spanyol, dan Iran.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan agar negara-negara tersebut melakukan sedaya-upaya untuk meningkatkan tingkat kematiannya. Selain itu, sebuah petuah khusus diberikan untuk negara-negara Eropa, yakni harus menurunkan laju penularan virus Corona demi meminimalisir kalangan lansia yang meninggal akibat wabah ini.


"Kami mulai melihat peningkatan kecil dalam kematian pada orang tua," terang Direktur Program Kesehatan Darurat WHO, Dr Mike Ryan, dilansir dari Euronews pada Senin (28/9). "Dan itu pasti akan jadi lebih."

Langkah ini pun harus diambil secepatnya karena sebentar lagi beberapa negara akan menyambut musim dingin yang identik dengan wabah flu. "Kita belum memulai musim flu, jadi yang kita khawatirkan adalah kemungkinan tren ini akan memburuk," imbuh Kepala Teknis COVID-19 WHO, Dr Maria van Kerkhove yang juga ahli penyakit zoonosis ini.

Kendati demikian, kedua pentolan WHO itu tak menyarankan pelaksanaan lockdown. Menurut Dr Kerkhove, lockdown hanya akan mengulur waktu bagi negara-negara.

"Apakah kita benar-benar kehabisan semua cara sehingga kembali ke lockdown sebagai solusi?" ujar Dr Ryan, menyebut bahwa karantina tak selalu berfungsi dengan baik di negara-negara lain. Justru saat ini kunci utama melawan COVID-19 adalah dengan menerapkan pengujian dan pelacakan masif, serta social distancing.

Di sisi lain, Indonesia memang tak masuk dalam daftar yang disebutkan oleh WHO ini, meski angka kematian Corona-nya tetap harus diwaspadai. Apalagi sampai Minggu (27/9) kemarin tercatat adalah 10.386 pasien meninggal dan menjadikannya tertinggi ke-3 di Asia serta yang pertama di Asia Tenggara.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts