Setengah Juta Populasi Hiu Terancam Jadi 'Tumbal' Demi Vaksin COVID-19
Unsplash/Gerald Schömbs
Dunia
Pandemi Virus Corona

Shark Allies menyebut jika cara ini tidak akan bisa digunakan dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, perlu mencari alternatif lain dari squalane, misalnya dari sintetis tebu.

WowKeren - Sejumlah negara tengah berpacu dengan waktu untuk menciptakan vaksin COVID-19. Vaksin menjadi komoditas penting yang dinanti-nanti warga dunia di tengah pandemi virus corona saat ini.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan vaksin juga tidak sama antara kandidat satu dengan yang lainnya. Namun, ada sejumlah kandidat vaksin yang memerlukan squalane, salah satu bahan yang merupakan minyak alami yang diproduksi di hati ikan hiu.

Adalah perusahaan farmasi asal Inggis, GlaxoSmithKline, yang saat ini menggunakan squalane dari ikan hiu untuk memproduksi vaksin mereka. Squalane sendiri diperlukan sebagai bahan untuk meningkatkan efektivitas vaksin dengan menciptakan respons imun yang lebih kuat.

Perusahaan ini menyebut akan memproduksi satu miliar dosis bahan squalane Mei mendatang. Tentu saja hal ini sangat mengancam populasi ikan hiu. Tak pelak, hal ini mengundang perhatian Shark Allies, sebuah kelompok yang berbasis di California. Kelompok ini mengingatkan jika populasi dunia menerima satu dosis vaksin COVID-19 yang mengandung minyak hati, itu artinya akan ada sekitar 250.000 hiu yang harus dibunuh.


Jika dua dosis diperlukan untuk mengimunisasi populasi global, maka akan ada setengah juta ekor hiu yang harus dikorbankan. Shark Allies menyebut jika cara ini tidak akan bisa digunakan dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, perlu mencari alternatif lain dari squalane, misalnya dari sintetis yang diproduksi dari tebu yang difermentasi.

"Memproduksi sesuatu dengan mengeksploitasi hewan liar tidak akan pernah menjadi solusi berkelanjutan," kata Stefanie Brendl, pendiri dan direktur eksekutif Shark Allies. "Terutama jika itu adalah predator teratas yang tidak berkembang biak dalam jumlah besar."

Sementara itu, tidak ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir. Sehingga timbul pertanyaan berapa banyak hiu yang harus dikorbankan demi mencukupi kebutuhan vaksin.

"Ada begitu banyak yang tidak diketahui tentang seberapa besar dan berapa lama pandemi ini akan berlangsung," tegasnya. "Lalu berapa banyak yang harus dilalui, sehingga jika terus menggunakan hiu, jumlah hiu yang diambil untuk produk ini bisa sangat tinggi, tahun demi tahun."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts