Pakar Mayo Clinic AS Sebut COVID-19 Tak Lagi Mematikan, Hal Ini Buktinya
Health
Pandemi Virus Corona

Andrew Badley yang menjabat sebagai Kepala Tim Peneliti Satgas COVID-19 Mayo Clinic, AS menyebutkan sederet bukti bahwa pandemi COVID-19 saat ini sudah tak lagi mematikan.

WowKeren - Pandemi virus Corona sudah hampir setahun "menemani" muka bumi dan belum ada tanda-tanda akan mereda. Malah beberapa negara tengah melaporkan kenaikan jumlah kasus positif yang cukup signifikan, ditambah dengan tingkat kematian yang belakangan juga merisaukan.

Kendati demikian, rupanya seorang pakar kesehatan dari Klinik Mayo di Amerika Serikat menilai wabah COVID-19 kini tak lagi mematikan. Namun ada alasan logis di balik kesimpulan tersebut, seperti apa?

Kepala Satgas Penelitian COVID-19 Klinik Mayo, Andrew Badley, menyebut saat ini para profesional medis telah memahami langkah-langkah strategis pengendalian wabah COVID-19. Seperti misalnya memahami harus memberi obat apa dan bagaimana perawatan pasien, berbeda dengan kondisi awal pandemi yang masih "serba meraba".

Alokasi sumber daya medis intensif juga telah meningkat. Dan dokter sudah belajar untuk menahan penggunaan ventilator untuk beberapa pasien, sehingga otomatis meningkatkan peluang hidup mereka.

"Kesiapsiagaan perawatan kesehatan hari ini jauh lebih baik dibanding di bulan Februari dan Maret," ungkap Badley, Minggu (27/9). "Kami memiliki akses diagnosis yang lebih baik dan lebih cepat."


"Kami memiliki lebih banyak pengetahuan tentang obat apa yang harus digunakan dan obat apa yang tidak boleh digunakan. Kami memiliki lebih banyak perawatan eksperimental yang tersedia. Semua itu berkontribusi pada kemungkinan peningkatan dalam tingkat kematian," imbuh Badley, dilansir dari Times of India, Senin (28/9).

Hal ini pun terbukti dari angka kematian dari kasus aktif COVID-19, alias pasien positif yang dirawat di rumah sakit, menurun cukup drastis. Kendati demikian temuan ini masih belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Bila bercermin pada situasi di Indonesia memang belum tampak, namun setidaknya angka kasus aktif COVID-19 memang berkurang. Dengan demikian pasien-pasien COVID-19 yang saat ini "diciduk" Satgas kebanyakan adalah orang tanpa gejala atau bergejala ringan yang tentu saja harapan hidupnya masih tinggi selama mendapat penanganan yang tepat.

Namun demikian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menekankan bahwa pelaksanaan protokol kesehatan harus tetap dilakukan secara ketat. Dan sampai saat ini virus Corona masih tetap berpotensi besar membunuh individu yang semula tampak sehat.

"Bahkan dengan perbaikan ini, ini bukanlah penyakit jinak. Ini tidak berarti virus Corona sekarang menjadi penyakit yang tidak berbahaya," tegas Profesor Kesehatan Populasi dan Kedokteran di Sekolah Kedokteran Grossman Universitas New York, Leora Horwitz. "Ini tetap menjadi ancaman yang sangat serius bagi kesehatan masyarakat."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts