Heboh Air Laut Jepara Surut Mirip Pertanda Tsunami, Begini Kata BMKG
Nasional

Kepala BMKG Yogyakarta Agus Riyanto menyebut jika fenomena itu adalah normal. Hingga kini, pihak BMKG masih belum mencatat ada fenomena lain terkait surutnya air laut tersebut

WowKeren - Sebuah video kembali menghebohkan jagat media sosial. Dalam video itu memperlihatkan air laut surut di Pantai Benteng Portugis, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah hingga memperlihatkan pasir pantai.

Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan ramai dibicarakan prediksi tsunami hingga setinggi 20 meter di daerah selatan Pulau Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta pun menjelaskan fenomena air laut surut ini.

Kepala BMKG Yogyakarta Agus Riyanto menyebut jika fenomena itu adalah normal. "Ya pasang surut jelang bulan baru normal terjadi," kata dia dilansir Detik, Rabu (30/9).

Hingga kini, pihak BMKG masih belum mencatat ada fenomena lain terkait surutnya air laut tersebut. "Kalau fenomena lain sampai sekarang belum ada catatan monitoring alat kami," jawab Agus.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BPBD Jepara Kusmiyanto. Menurutnya, fenomena ini sering sekali terjadi. Bahkan nelayan sekitar pun juga sudah membuat jembatan sebagai antisipasi.


"Bahkan para nelayan sudah menyiapkan jembatan sampai tengah laut untuk mengantisipasi jika terjadi surut," tuturnya masih dilansir Detik. "Sehingga nelayan tidak terjebak lumpur dan bisa langsung mendarat ke jembatan bambu."

Surutnya air laut ini juga tidak berhubungan dengan potensi gempa tertentu. Kendati demikian, surut air laut memang lebih parah dari yang biasa terjadi.

"Berdasarkan informasi dari warga setempat hal tersebut adalah kejadian biasa," imbuhnya. "Tetapi kondisi air surut ini sedikit lebih jauh dibanding yang pernah terjadi sebelumnya."

Yang jelas, fenomena ini bukanlah tanda akan terjadinya tsunami. Oleh sebab itu, warga diminta untuk tidak panik. "Jadi ini bukan tanda akan terjadi tsunami, tapi fenomena alam yang biasa terjadi di Ujungwatu," kata Kabid Kominfo Dinas Kominfo Kabupaten Jepara, Wahyanto.

Sementara itu, nelayan setempat menyebut jika kondisi pantai ini memang berlumpur. "Ya memang ini kondisinya pantainya banyak lumpur. Karena ini musim kemarau angin dari timur itu banyak lumpur," kata warga Desa Ujungwatu, Suntono.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts