Warga Tetap Padati Bundaran HI Saat PSBB Ketat, Ini Kata Pemprov DKI
Nasional
PSBB Corona

Pemprov DKI Jakarta buka suara soal warga ibu kota yang masih memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat (Jakpus), di hari Minggu, untuk berolahraga meski PSBB ketat kembali di perpanjang.

WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat hingga 11 Oktober 2020. Namun, hal tersebut rupanya tak menyurutkan niat warga untuk tetap berolahraga di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat (Jakpus), di hari Minggu.

Dilansir detikcom, pada Minggu (4/10) pagi, kawasan Bundaran HI, ramai pesepeda dan pelari. Pesepeda tampak lebih mendominasi melintas dari segala arah. Mereka terdiri dari anak-anak, orang tua, hingga kaum muda-mudi.

Warga mengayuh sepeda mengelilingi Bundaran HI. Selain pesepeda, ada pelari dan pejalan kaki. Mereka tampak mengenakan masker. Pelari dan pejalan kaki terlihat menggunakan trotoar, tapi sesekali masuk ke lajur sepeda untuk berganti haluan.

Aparat kepolisian dan TNI juga berjaga di sisi jalan sambil memegang poster anjuran untuk mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, hingga memakai masker.


Fenomena ramainya warga berolahraga di kawasan Bundaran HI di hari Minggu membuat Pemprov DKI Jakarta buka suara. Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengatakan jumlah warga yang berada di Bundaran HI kemarin tak sebanyak di minggu-minggu sebelumnya.

"Jumlah orang yang beraktivitas di Bundaran HI itu sudah sangat jauh menurun," ujar Arifin, Minggu (4/10). "Jadi kalau bicara keramaian udah jauh berkurang, artinya masyarakat kita ada beberapa yang sudah memahami bahwa diam di rumah itu lebih baik."

Namun, Arifin tetap meminta masyarakat tidak melakukan aktifitas di luar rumah saat PSBB ketat ini. Kegiatan-kegiatan warga lebih baik dilakukan di rumah, begitupun aktivitas olahraga.

"Kita tetap menganjurkan bahwa olahraga itu adalah olahraga mandiri dan di tempat tinggal pemukiman. Jadi kita selalu mengingatkan masyarakat kita agar bisa melakukan kegiatan olahraganya itu di tempat tinggalnya secara mandiri," jelasnya. "Karena ini masih PSBB, jadi aktivitasnya dikurangi dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya menimbulkan kerumunan-kerumunan."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts