Pemerintah RI Tetapkan Standar Harga PCR, Tes Corona di DKI Jakarta Gratis Asal Ada Gejala
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, menilai banyak warga yang juga ingin melakukan tes swab PCR mandiri di rumah sakit.

WowKeren - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan harga maksimal tes swab PCR mandiri sebesar Rp 900 ribu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun menyambut kebijakan tersebut.

"Kami sangat mendukung kebijakan tersebut," tutur Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, dilansir Tempo pada Selasa (6/10). Oktavia menilai banyak warga yang juga ingin melakukan tes swab PCR mandiri di rumah sakit.

Dengan demikian, penetapan harga maksimal ini dapat meringankan warga yang hendak menjalani tes swab PCR mandiri. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sendiri telah menggelar pemeriksaan COVID-19 secara gratis bagi warga yang merasakan gejala atau memiliki infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Kalau di Jakarta asalkan ada keluhan itu tinggal datang ke Puskesmas atau rumah sakit pemerintah," ungkap Oktavia. "Maka akan langsung diperiksa gratis."

Sementara itu, Dinkes DKI telah mencatat tes swab PCR sebanyak 6.333 spesimen dari 5.066 orang pada Senin (5/10). Dari jumlah tes tersebut, 621 orang dinyatakan positif COVID-19 dan 4.445 orang negatif.


"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 822 kasus," jelas Oktavia. "Lantaran terdapat akumulasi data positif sebanyak 201 kasus dari tanggal 2 dan 3 Oktober (2020) yang baru dilaporkan."

Lebih lanjut, Oktavia juga mengungkapkan bahwa rasio tes swab PCR di Ibu Kota mencapai 94.085 per 1 juta penduduk. Adapun jumlah warga yang menjalani tes PCR dalam sepekan terakhir mencapai 66.003 orang.

Hingga Senin (5/10), total jumlah kasus COVID-19 di Jakarta mencapai 80.036 kasus. Hingga saat ini, masih ada 12.969 orang pasien COVID-19 yang masih dirawat atau menjalani isolasi.

Sebanyak 65.295 pasien telah dinyatakan sembuh, dengan persentase kesembuhan mencapai 81,6 persen. Sedangkan kasus kematian akibat COVID-19 di Ibu Kota kini mencapai 1.772 kasus, atau 2,2 persen dari jumlah pasien keseluruhan.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 11,3 persen," pungkas Oktvia. "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,0 persen."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts