Dorong Warganya Punya Anak, Singapura Beri Bonus Melahirkan di Tengah Pandemi
Dunia

Belum ada rincian pasti berapa besaran bonus yang akan diberikan itu. Adapun bonus melahirkan ini hanyalah tambahan dari bonus-bonus yang sebelumnya telah ditawarkan oleh pemerintah

WowKeren - Beberapa negara perlu berkutat dengan persoalan yang berkaitan dengan kepadatan penduduk. Sehingga perlu upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

Namun tidak demikian halnya dengan Singapura. Negara ini justru khawatir jika warganya enggan atau menunda rencana untuk memiliki anak, terutama di tengah kondisi pandemi ini.

Sudah menjadi rahasia umum jika pandemi turut membuat perekonomian memburuk secara global. Bahkan negara ini sendiri tak luput dari resesi. Sehingga tak heran jika kondisi ini semakin membuat orang untuk berpikir ulang sebelum memutuskan untuk memiliki momongan.

Yang mana, hal ini justru menjadi masalah bagi pemerintah Singapura. Untuk mendorong warganya memiliki bayi, negara ini menawarkan insentif khusus.


Kendati demikian, belum ada rincian pasti berapa besaran bonus yang akan diberikan itu. Adapun bonus melahirkan ini hanyalah tambahan dari bonus-bonus yang sebelumnya telah ditawarkan oleh pemerintah untuk mendukung rakyatnya mempunyai anak.

Di tengah permasalahan lonjakan penduduk yang dialami oleh negara-negara di dunia, Singapura justru menjadi salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di seluruh dunia. Oleh sebab itu, pemerintah di sana telah berupaya meningkatkan angka kelahiran ini selama beberapa dekade terakhir.

"Kami telah menerima umpan balik bahwa COVID-19," kata Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat pada hari Senin (5/10). "Telah menyebabkan beberapa calon orang tua menunda rencana menjadi orang tua."

Ia mengatakan jika jumlah insentif ini akan diumumkan lebih detail di kemudian hari. Saat ini, Singapura memiliki kebijakan untuk memberikan tunjangan hingga sebesar 10 ribu dolar setempat kepada orang tua yang memenuhi syarat.

Fenomena ini tentu berbanding terbaik dengan negara-negara tetangganya, seperti Filipina dan Indonesia misalnya. Di Filipina, kehamilan yang tidak diinginkan diperkirakan akan melonjak hampir setengah menjadi 2,6 juta jika pembatasan pergerakan yang disebabkan COVID-19 tetap ada hingga akhir tahun, menurut Dana Populasi PBB. Filipina memiliki populasi tertinggi kedua di Asia Tenggara dengan 108,4 juta penduduk.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait