Bill Gates Ragu Vaksin Corona Rusia dan Tiongkok Bakal Dipakai Negara Lain, Ini   Alasannya
Getty Images
Dunia
Vaksin COVID-19

Yayasan Bill & Melinda Gates telah meneken perjanjian dengan 16 perusahaan farmasi yang telah berkomitmen untuk meningkatkan produksi vaksin dengan lebih cepat bulan lalu.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) membuat para ilmuwan dan perusahaan farmasi dunia berlomba-lomba menemukan vaksin. Beberapa negara yang menunjukkan tanda telah siap memproduksi vaksin corona secara masif adalah Rusia dan Tiongkok.

Namun demikian, pendiri Microsoft Bill Gates justru meragukan vaksin corona buatan Rusia dan Tiongkok akan digunakan secara luas oleh negara lain. Alasannya berkaitan dengan pengujian tahap III vaksin corona yang dilakukan oleh Rusia dan Tiongkok.

Gates sendiri telah memberikan USD 36 miliar kepada Yayasan Bill & Melinda Gates yang bertujuan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dan perawatan kesehatan yang buruk. Yayasan tersebut telah meneken perjanjian dengan 16 perusahaan farmasi yang telah berkomitmen untuk meningkatkan produksi dengan lebih cepat bulan lalu. Perjanjian tersebut memastikan bahwa vaksin corona yang disetujui mencapai distribusi luas sedini mungkin.

"Kami juga berbicara dengan Rusia dan China," kata Gates kepada Wall Street Journal, dilansir pada Kamis (8/10). "Tak satu pun dari vaksin mereka berada dalam uji coba tahap III dengan pengawasan regulator yang terpandang."


Menurut Gates, vaksin corona Rusia dan Tiongkok merupakan proyek yang benar-benar valid dalam sudut pandang ilmiah. Namun tidak adanya studi tahap III dengan terpandang bisa membatasi daya tarik vaksin corona itu di luar negara mereka masing-masing.

"Perusahaan Barat lebih maju dalam melakukan studi tahap III ini," jelas Gates. "Dan jika hasilnya bagus dan ditawarkan dengan biaya rendah, saya ragu akan ada banyak vaksin Rusia atau China yang beredar di luar negara-negara tersebut."

Selain itu, Gates juga sempat menyinggung soal kondisi di Amerika Serikat (AS). Menurut Gates, orang-orang di AS harus memikirkan cara untuk mengurangi keraguan publik tentang vaksin COVID-19 ketika sudah siap.

"Di sini, di AS, kita seharusnya sudah memikirkan suara mana yang akan membantu mengurangi keraguan," kata Gates. "Dengan demikian kita bisa mendapatkan tingkat vaksinasi yang benar-benar berpeluang untuk menghentikan (COVID-19)."

Sedangkan saat ditanya mengenai negara mana yang paling baik dalam menyeimbangkan kebutuhan kesehatan dan ekonomi, Gates menyebut dua negara. "Korea Selatan, Australia. Karena ini adalah peristiwa eksponensial, jadi sedikit kecerdasan sejak awal membuat perbedaan besar," pungkas Gates.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts