Restoran Mal Kian Terpuruk Imbas Pandemi, Diprediksi Bakal Tutup Permanen Bulan Depan
Nasional
PSBB Corona

Sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jilid II di DKI restoran dilarang memberikan layanan dine in sehingga terpaksa hanya mengandalkan penjualan take away.

WowKeren - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jilid II di DKI Jakarta turut berimbas pada bisnis restoran di mal. Kebijakan ini membuat kondisi restoran kian memburuk.

Seperti diketahui, sejak PSBB restoran dilarang memberikan layanan dine in sehingga terpaksa hanya mengandalkan pada penjualan take away. Wakil Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin memprediksi jika restoran-restoran yang saat ini tutup sementara bukan tidak mungkin akan tutup permanen dalam waktu dekat. Selain karena larangan dine in, hingga kini juga belum diketahui sampai kapan PSBB akan diterapkan.

"Yang masih bertahan sekalipun berpikir untuk tutup. Karena daripada buka tapi hanya boleh take away, mending tutup sekalian," kata Emil dilansir CNBC Indonesia, Sabtu (10/10). "Dan yang tutup permanen saya perkirakan mungkin di November-Desember tutup itu sekitar 30-40 persen, dan itu di mal saja."


Dari sekitar 4.000 restoran yang beroperasi di pusat perbelanjaan Jakarta, 1.500 di antaranya diprediksi bisa tutup permanen. Karena pada umumnya sebagian besar tenant yang meramaikan mal adalah restoran, maka tutupnya gerai restoran dinilai akan membuat mal semakin sepi.

Jika sudah begini, maka akan perlu perjuangan ekstra untuk bisa bangkit kembali. Emil menyebut perlu ada aksi korporasi bagi pengelola restoran seperti tambahan modal sangat diperlukan bagi para pemegang saham. Yang mana, kata Emil, hal ini akan sulit terwujud dalam waktu dekat. Sebab, calon investor juga harus berpikir panjang mengingat prospek bisnis restoran juga tak menentu.

"Harus cari pemegang saham lain, siapa yang mau ikut suntikan dana baru," ujarnya. "Mungkin dia sendiri nggak kuat, makanya cari pemegang saham lain. siapa yang join. Atau mungkin Pinjaman bank lain."

Sementara untuk restoran di luar mal, kondisinya bahkan lebih parah. "Restoran lokal punya yang punya sendiri misal seperti ayam bakar. Itu banyak yang sudah tutup permanen, ada yang udah dijual. Misalnya di Grogol dan kawasan lain," jelasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts