Dian Sastro Tanya Kapan Sekolah Dibuka ke Mendikbud Nadiem Makarim
Instagram/therealdisastr
Selebriti

Belum lama ini, Dian Sastro berbincang-bincang dengan Mendikbud Nadiem Makarim. Dian pun sempat bertanya mengenai kapan sekolah akan kembali dibuka secara normal.

WowKeren - Dian Sastro belum lama ini melakukan diskusi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim. Pasalnya aktris berusia 38 tahun tersebut sangat menjunjung tinggi pendidikan sebagai modal kemajuan bangsa.

Melalui siaran langsung di Instagram pada Jumat (9/10), Dian bertanya kepada Nadiem tentang kapan sekolah akan dibuka kembali. Seperti diketahui, kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan dan diganti secara daring sejak adanya pandemi virus corona atau COVID-19.

Selain itu, masyarakat khususnya orangtua banyak yang mengeluh karena kesulitan mendampingi anak-anak mereka selama kegiatan belajar secara daring. Usai mendengar pertanyaan Dian, Nadiem pun belum bisa memastikan kapan sekolah akan dibuka, mengingat angka pasien positif COVID-19 masih terus bertambah.

"Jadi belajar di rumah melalui daring, kapan sih sekolah itu buka mas menteri? Apalagi dengan adanya PSBB jilid 2 dan angka COVID-19 yang juga tidak turun," ucap Dian. "Ya, itu pertanyaan yang saya dengan sangat sedih harus menjawab saya tidak tahu jawaban itu. Karena kalau saya bisa menanyakan COVID-19 kapan anda pergi dari sini, tentunya saya akan tahu jawabannya," tutur Nadiem.


Selanjutnya, Nadiem mengungkapkan bahwa sekolah bisa dibuka tergantung kondisi daerah di Indonesia. Mantan bos Gojek tersebut pun tak memiliki wewenang untuk menentukan kondisi suatu daerah sudah aman dari COVID-19 atau belum.

"Level keparahan dan yang menentukan apakah daerah itu ada di zona merah, kuning, hijau ada di satgas kita. Kemendikbud menentukan aturan main, berdasarkan evaluasi yang dilakukan satgas COVID nasional," jelas Nadiem. "Jadinya, mohon maaf untuk itu saya bisa menjawab secara definitif, sangat sulit sekali dan menyedihkan."

Kendati demikian, Nadiem tak begitu saja pasrah dengan keadaaan tersebut dan membuat kurikulum darurat. Sebagai Mendikbud, Nadiem juga berusaha memberikan fasilitas terbaik untuk para siswa, guru dan orangtua agar tak semakin terbebani selama kegiatan belajar mengajar secara daring.

"Waktu semua komplain, saya perjuangkan siang dan malam untuk kita mendapatkan Rp7,2 triliun bantuan pulsa," cerita Nadiem. "Kami mengeluarkan kurikulum baru, tadinya makan waktu tiga tahun, kami rampingkan dalam waktu tiga bulan. Kalau kita paksakan, itu bukan membantu sekolah namanya."

(wk/evaa)

You can share this post!

Related Posts