Jakarta Kembali PSBB Transisi, Wagub Yakinkan Langsung Tarik Rem Darurat Kalau Kasus Meningkat
Nasional
PSBB Corona

Wagub Ahmad Riza Patria menegaskan pemda bakal langsung menarik rem darurat dan kembali menerapkan PSBB ketat jika terjadi lonjakan kasus positif COVID-19 selama fase transisi.

WowKeren - DKI Jakarta memutuskan untuk melonggarkan rem darurat penanganan COVID-19. Diketahui mulai Senin (12/10) hari ini Ibu Kota kembali memasuki masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai Minggu (25/10) mendatang.

Kebijakan ini jelas menjadi pro dan kontra karena Jakarta masih menjadi penyumbang terbesar kasus positif COVID-19 harian. Menanggapinya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan pemerintah setempat selalu membuka opsi untuk menarik kembali rem darurat jika terjadi lonjakan kasus baru.

"Ya jelas dong (tarik rem). Jadi ini kan remnya dikurangi, sudah ditarik, sekarang agak dikurangi remnya," terang Riza saat meninjau longsor di Ciganjur, Minggu (11/10). " Jadi agak diatur keseimbangan antara gas dan rem sebagaimana disampaikan Bapak Presiden."

Menurut Riza, keputusan menerapkan kembali PSBB transisi sudah disesuaikan dengan kondisi Ibu Kota yang mengalami penurunan penambahan kasus COVID-19. "Jadi Pak Gubernur mengambil kebijakan setelah melihat data, fakta, dan masukan dari pakar, ahli dan beberapa pihak. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah lainnya, Banten, Jabar Bogor dan sebagainya," terangnya.


Namun opsi menerapkan kembali PSBB total akan dievaluasi dari keberjalanan selama fase transisi. Oleh karena itu, Riza berharap agar seluruh masyarakat DKI Jakarta patuh menerapkan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun, agar pertumbuhan kasus baru selalu dapat ditekan.

"Kita lihat 2 minggu ke depan ini kita sudah melakukan PSBB transisi dengan pelonggaran pada beberapa unit kegiatan. Namun kita melakukan pengetatan pendataan, peningkatan operasi yustisi, pengawasan, denda progresif dan lain-lain," ujar Riza, dilansir dari Kumparan, Senin (12/10).

"Tapi yang lebih penting dukungan masyarakat untuk terus meningkatkan protokol COVID 3M," imbuh politikus Gerindra itu. "Menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak."

Sebelumnya Gubernur Anies Baswedan sudah menjelaskan sejumlah alasan di balik keputusan pelonggaran PSBB ini. Yakni mulai dari penambahan kasus positif dan aktif harian yang stabil selama PSBB total, sampai fasilitas kesehatan Ibu Kota yang memadai dalam menangani pasien COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts