Ganjil Genap Masih Belum Berlaku Pada Masa PSBB Transisi
Nasional
PSBB Corona

Dishub DKI memastikan selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi, sistem ganjil genap di 25 ruas jalan Ibu Kota ditiadakan. Hal ini diumumkan melalui akun Instagramnya.

WowKeren - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi kembali diberlakukan di DKI Jakarta mulai hari ini (12/10). Sejumlah aturan yang semula dibatasi kembali diperlonggar seiring dengan penularan virus corona di Jakarta menurun.

Pemprov DKI pun tetap tidak memberlakukan sistem ganjil genap pada masa PSBB Transisi ini. Hal tersebut juga diumumkan oleh Pemprov DKI melalui akun Instagram-nya.

Dalam unggahannya tersebut, disebutkan jika aturan ganjil genap di 25 ruas jalan di Jakarta masih tidak berlaku. "Sehubungan dengan berlakunya PSBB Transisi, Sistem Ganjil Genap di 25 ruas jalan DKI Jakarta sementara masih DITIADAKAN sampai batas waktu yang akan di informasikan kembali," tulisnya.


Dalam Pergub No. 101 Tahun 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mengatur soal pemberlakuan ganjil genap saat PSBB transisi 12-25 Oktober 2020. Bila kondisi memungkinkan, ganjil genap akan diatur kemudian lewat Kepgub.

“Sistem ganjil genap belum berlaku,” kata Anies lewat keterangannya, Minggu (11/10). "Sekolah masih tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh."

Sistem ganjil genap sendiri mulai tidak berlaku sejak PSBB kembali diterapkan pada 14 September 2020. Saat itu aturan ini ditiadakan untuk mencegah penularan virus corona. Namun, dampaknya arus lalu lintas menjadi padat dibanding saat ganjil genap diterapkan.

Sebelumnya, terkait pelaksanaan PSBB Transisi ini sendiri rupanya menuai pro dan kontra karena Jakarta masih menjadi penyumbang terbesar kasus positif COVID-19 harian. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan pemerintah setempat selalu membuka opsi untuk menarik kembali rem darurat jika terjadi lonjakan kasus baru.

"Ya jelas dong (tarik rem). Jadi ini kan remnya dikurangi, sudah ditarik, sekarang agak dikurangi remnya," terang Riza saat meninjau longsor di Ciganjur, Minggu (11/10). " Jadi agak diatur keseimbangan antara gas dan rem sebagaimana disampaikan Bapak Presiden."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts