IDI Ingatkan DKI Siap Tarik Rem Darurat 2 Minggu Lagi
Getty Images
Nasional
PSBB Corona

Hal ini didasarkan pada fakta di lapangan dimana terjadi aksi unjuk rasa untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berlangsung secara besar-besaran.

WowKeren - Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengingatkan DKI untuk siap menarik rem darurat. Hal ini didasarkan pada fakta di lapangan pekan lalu, dimana demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berlangsung secara besar-besaran. Sehingga ia menyebut jika kemungkinan dalam kurun waktu 2 minggu ke depan, Jakarta harus siap menarik rem darurat lagi.

"Kemarin ada demo besar, salah satunya di Jakarta," kata Zubairi dilansir Republika, Selasa (13/10). "Jadi, dua atau tiga pekan lagi Jakarta mungkin harus siap tarik rem darurat lagi."

Bahkan sejumlah peserta aksi demo unjuk rasa ada yang dinyatakan positif COVID-19. Hal ini memperbesar risiko jika ke depannya akan sangat banyak penularan yang berasal dari klaster demonstrasi ini. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya pelacakan sebagai langkah antisipasi lebih dini.

"Kita lihat ada puluhan ribu demonstran," ujarnya lagi. "Ada beberapa yang terinfeksi dan dalam demo itu juga banyak yang teriak-teriak protes atau nyanyi."


Puluhan ribu massa yang berkumpul ditambah dengan minimnya penerapan protokol jaga jarak, membuat risiko penularan sangat mungkin terjadi. Bahkan bisa menyebar semakin jauh mengingat massa datang dari berbagai penjuru kota. "Kemungkinan DKI Jakarta untuk injak rem lagi mestinya cukup besar," tambah dia.

Sementara itu sebelumnya, kebijakan Pemprov DKI untuk melonggarkan PSBB sempat mendapat sorotan dari Kepala Departemen Epidemiologi FKM Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono. Ia menyayangkan langkah Pemprov DKI Jakarta yang buru-buru melonggarkan PSBB.

Menurutnya, Pemprov seharusnya melihat dulu dampak demo besar-besaran terhadap kasus COVID-19. Sebab, aksi unjuk rasa yang sarat akan kerumunan berpotensi tinggi menjadi media penularan COVID-19.

"Padahal belum melihat dampak demo (UU Cipta Kerja) dan kapasitasnya juga belum dijelaskan," kata Miko lagi. "Apakah kapasitas rumah sakit sudah berkurang atau apakah masih penuh."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts