Sebut Demo Omnibus Law Didalangi Asing, Prabowo Diminta Tak Tambah Persoalan
Nasional

Alih-alih menuduh ada pihak asing yang ikut campur dalam aksi penolakan Omnibus Law pekan lalu, Prabowo diminta sebaiknya melakukan dialog dengan kelompok masyarakat

WowKeren - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto ikut buka suara mengenai aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang terjadi pekan lalu. Ia meyakini jika aksi tersebut didalangi oleh pihak asing.

Pernyataan Prabowo itu pun mendapat tanggapan dari Ketua DPP PKB Faisol Riza. Ia meminta agar Prabowo tidak menambah persoalan dengan pernyataan semacam itu. Alih-alih menuduh ada pihak asing yang ikut campur, Prabowo diminta sebaiknya melakukan dialog dengan kelompok masyarakat.

"Janganlah menambah persoalan dengan menuduh asing atau bukan," kata Faisol dilansir Kumparan, Rabu (14/10). "Lakukan dialog dan berikan pemahaman yang utuh kepada kelompok-kelompok masyarakat yang masih tidak puas," kata Faisol saat dimintai tanggapan."

Lebih jauh, ia menyebut jika cara pandang seperti itu tidak mencerminkan cara pandang Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam memimpin Indonesia. Sebab menurut Faisol, jika terjadi masalah maka bisa disebabkan karena adanya miskomunikasi.


Sebab Jokowi telah acap kali menjelaskan jika Omnibus Law ini akan mendatangkan benefit. Kendati demikian, masih ada saja gelombang penolakan dari masyarakat.

"Beberapa kali Pak Jokowi menjelaskan keuntungan di balik Omnibus Law ini karena ingin memberikan pemahaman, melakukan komunikasi dan membangun dialog sehat dengan rakyat," ujar Faisol. "Pak Jokowi mengerti, protes sebagian kelompok masyarakat itu disebabkan karena mereka belum memahami betul urgensi dari Omnibus Law."

Lebih jauh, Faisol menilai jika fenomena penolakan Omnibus Law juga menunjukkan jika menteri harus melakukan introspeksi. Sebab, jika sampai Kepala Negara yang turun tangan menjelaskan langsung kepada masyarakat, itu artinya para menteri gagal melakukan komunikasi dengan rakyat.

"Para menteri ini sebenarnya diharapkan oleh Pak Jokowi dapat menjelaskan secara detail dan sehat kepada masyarakat. Ini tidak terjadi," tegasnya. "Kalau pun ada, lebih terlihat sebagai komunikasi satu arah."

Ia kemudian mencontohkan masih adanya ormas yang melakukan protes. "Lihat saja NU dan Muhammadiyah melakukan protes, berarti mereka sebelumnya tidak pernah diajak berdialog," tutur Faisol."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts