Waspada Gejala COVID-19 Langka, Bisa Permanen Tuli Sebelah
Health
Pandemi Virus Corona

Gejala baru virus corona yang cukup langka dilaporkan kembali muncul. Gejala langka ini merupakan gangguan pendengaran di salah satu telinga yang bersifat permanen. Begini penjelasan kasus ini.

WowKeren - Gejala baru COVID-19 terus bermunculan seiring dengan penyebaran virus di seluruh dunia. Yang terbaru, gejala virus corona dilaporkan dapat mengganggu indera pendengaran. Beberapa kasus pasien positif COVID-19 yang tiba-tiba kehilangan pendengaran yang terjadi di sejumlah negara seolah menjadi bukti kuat.

Berdasarkan jurnal BMJ Case Reports edisi 13 Oktober, dilaporkan seorang pria Inggris mengalami tuli sebelah yang bersifat permanen saat terinfeksi virus corona. Menurut dokter yang menangani kasusnya, kondisi pria Inggris itu merupakan risiko komplikasi COVID-19 yang langka namun serius.

Oleh sebab itu, pasien yang positif virus corona yang disarankan untuk langsung melakukan identifikasi dan pemeriksaan pendengaran demi mencegah terjadinya gejala langka itu. Pasalnya, gangguan pendengaran tersebut dinilai bisa disembuhkan dengan penanganan steroid jika diidentifikasi dengan cepat.

Sedangkan untuk kasus pria Inggris itu, gangguan pendengaran memang hanya bisa diperbaiki sebagian saja. Dokter menilai jika hal tersebut kemungkinan dipicu akibat gejala virus corona parah yang ditunjukkan oleh pria berusia 45 tahun tersebut.


Sebagai informasi, pria asal Inggris itu dilarikan ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas yang cukup parah. Alhasil, para petugas kesehatan langsung memberikan penanganan utama dengan menggunakan ventilator. Pasien ini bahkan dirawat dengan menggunakan ventilator selama 30 hari lamanya.

Tak sampai disitu, pasien pria ini juga mendapatkan pengobatan utama dengan menggunakan remdesivir untuk sembuh dari virus corona. Setelah menjalani proses yang panjang, kondisi pria ini mulai membaik dan akhirnya bisa keluar dari ICU (Intensive Care Unit).

Namun sepekan setelah keluar dari ICU, pria ini mengalami gejala langka gangguan pendengaran berupa tinnitus. Telinga kirinya berdenging yang diikuti dengan tuli sebelah di sisi yang sama.

Ia kemudian menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Sayang, pemeriksaan tersebut tidak menunjukkan penyebab pasti gangguan pendengaran itu bisa terjadi. Namun, dokter menduga gangguan itu berhubungan dengan perawatan COVID-19 yang sang pasien.

Dokter itu kemudian mempelajari laporan medis dan mendapati 5 kasus serupa di sejumlah negara, seperti Mesir, Turki, dan Jerman. Sementara kasus pria tersebut menjadi yang pertama terjadi di Inggris.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts