Makin Ngeri, COVID-19 Terungkap Sebabkan 'Kabut Otak' dan Hilang Ingatan Pada Pasien Sembuh
Health
Pandemi Virus Corona

Peneliti mendapati pasien sembuh COVID-19 biasanya mengeluhkan perasaan seperti ada kabut di otak mereka. Keadaan itu juga membuat mereka seperti hilang ingatan mendadak.

WowKeren - Peneliti kembali mengungkap fakta baru soal COVID-19. Kali ini disebutkan infeksi virus Corona bisa menyebabkan pasien sembuhnya mengalami "kabut otak" dan merasa seperti kehilangan ingatan.

Kendati demikian, peneliti menegaskan bahwa belum ada temuan ilmiah soal seberapa lazim situasi ini dihadapi oleh penyintas COVID-19. Namun demikian, studi pendahuluan yang baru-baru ini dilakukan menemukan sekitar 91,1 persen pasien sembuh mengalami kelelahan diikuti dengan kurangnya konsentrasi atau diasosiasikan sebagai "kabut otak".

Namun fenomena "kabut otak" ini sulit untuk dipahami lantaran memengaruhi orang dengan cara yang berbeda. Biasanya fenomena ini didefinisikan sebagai perasaan lelah yang melibatkan kelelahan, suasana hati yang buruk, kehilangan ingatan, kebingungan, dan kesulitan dalam berkonsentrasi.

Tentu saja hal ini bisa merugikan kehidupan dan kesejahteraan mereka sehari-hari. Sebab kebanyakan dari mereka juga akan merasa seolah kehilangan ingatan.


"COVID telah memakan otak saya karena saya tidak dapat mengingat bagaimana mengingat kata-kata, melacak obat," ujar Hanna Lockman (32), seorang penyintas COVID-19 dari Kentucky, Amerika Serikat dalam Journal of American Medical Association (JAMA), Kamis (15/10). "Otak saya hanya terasa seperti ada kabut."

Pengalaman berbeda disampaikan seorang praktisi perawat berusia 53 tahun dari Alabama, Lisa Mizelle. Mizelle mengaku seperti menderita demensia atau kepikunan yang biasa ditemui pada kaum lanjut usia. "Saya seperti meninggalkan ruangan dan saya bisa tidak ingat apa yang baru saja dikatakan pasien," tuturnya.

Perdebatan masih mengiringi perihal fenomena kabut otak ini. Banyak ilmuwan yang mengasosiasikannya dengan sindrom kelelahan pasca infeksi. Biasanya mereka yang baru sembuh dari infeksi parah akan merasa sangat lelah selama beberapa pekan atau bulan untuk pulih dari perjuangan beratnya melawan penyakit.

Kendati demikian, ada pula pendapat yang berkembang bahwa fenomena ini terjadi karena SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 bisa menginfeksi neuron atau sel otak. Dengan demikian bakal ada kerusakan pada otak seperti pembengkakan jaringan otak.

Sedangkan pendapat terakhir menyebut fenomena kabut otak dan lupa ingatan mendadak ini merupakan gejala neurologis belaka. Seperti disebutkan, penyintas COVID-19 sangat rentan mengalami gangguan stres pasca-trauma alias PTSD.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts