Dinkes DKI Ungkap Cuci Tangan Turunkan Risiko Infeksi COVID-19 Hingga 35 Persen
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, dalam Kampanye Nasional dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia pada Kamis (15/10) hari ini.

WowKeren - Pemerintah Indonesia terus menggalakkan gerakan 3M dalam penanganan dan penanggulangan virus corona (COVID-19). Gerakan 3M tersebut terdiri dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Gerakan mencuci tangan sendiri disebut dapat menurunkan risiko penularan COVID-19 hingga 35 persen. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, dalam Kampanye Nasional dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia pada Kamis (15/10) hari ini.

"Kami di DKI sangat support sekali karena kita tahu beberapa penelitian, tulisan ilmiah, WHO dengan cuci tangan yang sederhana bisa turunkan risiko penularan penyakit menular, baik virus atau kuman," terang Widyastuti. "Terkait COVID-19, beberapa jurnal ilmiah menyebut bisa turunkan risiko penularan COVID-19 sebesar kurang lebih 35 persen."

Oleh sebab itu, Widyastuti menegaskan bahwa Jakarta tidak main-main dalam menggalakkan gerakan cuci tangan di masa pandemi corona. Peraturan Gubernur (Pergub) DKI mulai dari masa PSBB hingga PSBB Transisi selalu mencantumkan kewajiban 3M.


"Kalau dalam PHBS di tingkat kementerian menyangkut 5 tatanan terkait cuci tangan yaitu, RT, sekolah, tempat kerja, kesehatan, dan tempat umum," jelas Widyastuti. "Kami di DKI tambahkan dua, tempat ibadah dan moda transportasi. Artinya 7 tatanan tadi kita wajibkan sesuai yang diatur dalam Pergub untuk menyediakan tempat cuci tangan dengan baik dan benar."

Meski telah tertuang dalam Pergub, aturan ini tentu memerlukan pengawasan yang baik sehingga pencegahan corona dapat berjalan efektif. Oleh sebab itu, Widyastuti pun mengajak seluruh warga Jakarta untuk saling mengawasi, salah satunya melalui aplikasi JAKI.

"Kami menyiapkan kanal aduan platform JAKI kemudian lapor," pungkas Widyastuti. "Silakan potret, ada tanggalnya nanti tim kita mungkin dalam bentuk pembinaan dan pendekatan terhadap yang dilaporkan tadi."

Dalam acara yang sama, Direktur Perumahan dan Permukiman Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Tri Dewi Virgiyanti menyatakan bahwa setidaknya 80 persen masyarakat harus rajin cuci tangan pakai sabun demi memberantas pandemi corona. Mayoritas masyarakat harus rutin mencuci tangan agar perlawanan terhadap COVID-19 secara berkelompok menjadi lebih kuat. "Kalau kita ingin membuat masyarakat cukup puas mengatasi atau menanggulangi kondisi pandemi ini, memang harus lebih dari 50 persen atau bahkan 80 persen (rutin cuci tangan)," kata Tri.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts