Situasi Belum Pasti, BPS Sebut Orang Kaya Masih Enggan Belanja di Tengah Pandemi
pixabay.com
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lain halnya dengan kondisi masyarakat kelas bawah, BPS menilai jika daya beli mereka masih lemah sehingga hal ini berimbas pada kemampuan belanja mereka

WowKeren - Di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini dimana kondisi perekonomian masih relatif sulit, pada umumnya orang akan berpikir ulang sebelum membelanjakan uang mereka. Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan jika masyarakat kelas menengah ke atas masih menahan konsumsi saat ini.

Bukan tanpa alasan, hal itu disebabkan karena kondisi seperti sekarang ini masih penuh ketidakpastian. "Jika dilihat sekarang ini irama konsumsi di level menengah atas agak ditahan," ungkap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/10).

Lain halnya dengan kondisi masyarakat kelas bawah, BPS menilai jika daya beli mereka masih lemah sehingga hal ini berimbas pada kemampuan belanja mereka. "Sementara, (masyarakat kelas) bawah itu deflasi, menunjukkan pelemahan daya beli," imbuh Suhariyanto.

Suhariyanto mengaku belum bisa memprediksi sampai kapan kondisi semacam ini akan berlanjut. Namun yang jelas, ia optimis jika antusiasme masyarakat akan tumbuh seiring dengan penanganan COVID-19 yang membaik.


Sehingga, ia menuturkan jika penanganan di bidang kesehatan akan memainkan peranan besar dalam mendongkrak lesunya angka belanja masyarakat. Begitu juga dengan vaksin. "Masalah penanganan kesehatan dan vaksin bisa menjadi pengaruh besar," tutur Suhariyanto.

Nantinya, jika kemampuan dan antusiasme masyarakat untuk belanja sudah mulai tumbuh maka sedikit demi sedikit hal ini akan ikut memulihkan sektor impor. "(Tahun ini) saya tidak bisa memastikan karena serba tidak pasti. Apakah nanti surplus akan naik, saya tidak bisa memastikan," ujar Suhariyanto.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memberi sinyal jika tingkat daya beli masyarakat akan lemah sampai akhir 2020. Yang mana, hal ini akan berbuntut pada rendahnya kontribusi pertumbuhan konsumsi ke perekonomian nasional tahun ini.

Laju inflasi diperkirakan akan berada di bawah angka 2 persen pada tahun ini. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo. "Inflasi memang rendah dan akhir tahun ini, insya Allah akan di bawah batas bawah kisaran, yaitu di bawah 2 persen," ujarnya melalui konferensi pers virtual, Selasa (13/10).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts