Salip Filipina, Kasus COVID-19 Indonesia 'Nomor 1' di Asia Tenggara
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jumlah kumulatif kasus positif virus corona (COVID-19 di Tanah Air per Kamis (15/10) telah mencapai angka 349.160. Sedangkan Filipina telah melaporkan 348.698 kasus COVID-19.

WowKeren - Indonesia melaporkan 4.411 kasus positif virus corona (COVID- 19) baru pada Kamis (15/10) hari ini. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus positif di Tanah Air kini telah mencapai angka 349.160.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia menyalip Filipina dan menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara. Hingga hari ini, Filipina telah melaporkan 348.698 kasus COVID-19.

Fakta ini lantas menjadi sorotan anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay. Menurut Saleh, kasus COVID-19 Indonesia menyalip Filipina karena faktor jumlah penduduk yang lebih besar. Selain itu, Indonesia juga disebut masih belum sepenuhnya dapat mengantisipasi penyebaran COVID- 19 dengan baik.

"Saya merasa Indonesia memang tidak sebanding juga dengan Filipina karena jumlah penduduk kita jauh lebih besar dari Filipina. Tapi karena jumlah kita lebih besar maka mestinya memang tes kita juga harusnya lebih banyak, tracing juga harus lebih banyak," terang Saleh dilansir Kumparan pada Kamis (15/10). "Tapi mungkin juga karena memang kita belum sepenuhnya bisa mengantisipasi agar penyebaran virus ini tidak melebar dari satu daerah ke daerah lainnya. Jadi belum bisa menganalisasi penyebaran virus itu."


Lebih lanjut, Saleh menyebut bahwa pemerintah harus segera membuat terobosan dalam penanganan COVID-19. Mengingat hingga saat ini kasus corona di Tanah Air belum juga menunjukkan kurva penurunan.

"Kita merasa penanganan COVID-19 di Indonesia ini belum menunjukkan tanda penurunan. Jadi terlihat dari kurva yang setiap hari semakin naik," jelas Saleh. "Kemudian kedua, tentu kita berharap bahwa pemerintah kita melakukan langkah yang cepat, terobosan yang betul-betul bisa berdampak bagi penurunan penyebaran virus di Indonesia."

Tak hanya itu, pemerintah juga dinilai harus meningkatkan kemampuan testing dan tracing. Dengan demikian, dapat diketahui daerah mana saja yang dianggap rawan penularan COVID-19.

"Nah, kemudian tentu pengetesan pengujian dan testing, tracing itu menjadi salah satu kunci untuk menentukannya. Kalau sekarang masih sedikit tentu kita harus meningkatkan lagi lebih banyak lagi," pungkas Saleh. "Sehingga dengan demikian kita tentu bisa memetakan secara jelas di mana saja daerah-daerah yang harus diawasi, dijaga dan betul-betul diterapkan protokol kesehatan yang ketat sekali."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts